Salin Artikel

Viral, Seorang Pria Mengaku Alami Pelecehan Seksual oleh Teman Lelakinya di Setiabudi

Dia meminta tolong dan mengaku disekap di sebuah kamar apartemen di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, oleh teman prianya yang berinisial AC.

DT mengaku dilecehkan secara seksual oleh AC.

"Tolong siapa pun yang merasa dirinya teman saya. Tolong saya. Saya sedang tersekap di sini," ujar DT.

"Saya sedang bersama orang yang telah melecehkan saya. Saya sedang dilecehkan. Saya mengalami pelecehan seksual oleh teman saya sendiri," tambah DT dalam Instagram Story-nya.

Ia mengaku sudah melapor ke Polsek Setiabudi. Namun, DT mengaku dipersulit oleh pihak kepolisian.

"Saya cuma mau kasih tahu kalau saya sudah melaporkan kasus saya ini ke Polsek Setiabudi kemarin malam. Mereka tidak melayani saya dengan baik. Mungkin karena yang melecehkan pria dan yang dilecehkan pria," tulis DT.

DT mengaku, polisi sama sekali tidak menanyakan nama pelaku. Ia pun tak tahu laporan dugaan pelecehan seksual yang menimpanya diselidiki atau tidak.

"Semoga hukum di Indonesia tidak pandang bulu," tambah DT.

Di Instagram Story selanjutnya, DT mengaku sudah berada di tempat yang aman. DT menyebutkan, masih ada banyak korban yang ada di apartemen milik AC.

"Tapi mereka takut untuk keluar karena mereka tidak tahu harus pergi ke mana. Karena mereka baru berusia 19 tahun," tambah DT.

Selain itu, DT juga mengunggah sebuah video soal pelecehan seksual itu di Instagram-nya. Unggahan itu sudah dilihat lebih dari 17.400 kali dan memiliki 214 komentar.

Sementara itu, Kapolsek Setiabudi AKBP Yogen Heroes Baruno membantah bahwa Polsek Setiabudi tak menerima laporan dengan baik seperti yang disampaikan DT.

Yogen memastikan, laporan dari DT sudah diterima oleh Polsek Setiabudi.

"Yang bersangkutan memang datang ke Polsek melaporkan dugaan pelecehan dan sudah diterima dengan baik oleh penyidik saat konsultasi kasus dan juga pelapor sudah dibuatkan berita acara interview atau wawancara oleh petugas piket," kata Yogen saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).

Yogen mengakui laporan dari Dedy sempat tidak diterima secara langsung.

Yogen mengatakan, penyidik Polsek Setiabudi menilai masih ada syarat yang perlu dilengkapi pihak pelapor.

"Penyidik menilai masih kurangnya syarat formil dan materil untuk melaporkan tindak pidana, pennyidik menyarankan untuk kembali sambil melengkapi alat bukti maupun saksi-saksi," terang dia.

"Sambil penyidik berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Jaksel. Jadi apa yang disampaikan saudara DT tidak benar," tambah Yogen.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/04/06/15060861/viral-seorang-pria-mengaku-alami-pelecehan-seksual-oleh-teman-lelakinya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar Izin Tinggal, 7 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Jaksel

Langgar Izin Tinggal, 7 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Jaksel

Megapolitan
Langgar Prosedur, Penyidik Kasus Kecelakaan Hasya Disidang Etik dan Profesi Polri

Langgar Prosedur, Penyidik Kasus Kecelakaan Hasya Disidang Etik dan Profesi Polri

Megapolitan
Anak Buah Teddy Minahasa, Kompol Kasranto, Sembunyikan 305 Gram Sabu di Ruang Kerjanya

Anak Buah Teddy Minahasa, Kompol Kasranto, Sembunyikan 305 Gram Sabu di Ruang Kerjanya

Megapolitan
Kronologi Mobil Dinas Polisi Tabrak Pemotor di Rawamangun

Kronologi Mobil Dinas Polisi Tabrak Pemotor di Rawamangun

Megapolitan
Luluhnya Kadishub DKI Usai Berkali-kali Diprotes Massa, Transportasi 'Online' Dijanjikan Tak Dikenakan Tarif ERP

Luluhnya Kadishub DKI Usai Berkali-kali Diprotes Massa, Transportasi "Online" Dijanjikan Tak Dikenakan Tarif ERP

Megapolitan
Demi Atasi Kemacetan, 27 'U-turn' di Jakarta Bakal Ditutup pada Juni 2023

Demi Atasi Kemacetan, 27 "U-turn" di Jakarta Bakal Ditutup pada Juni 2023

Megapolitan
Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpok, Kepsek: Ditegur karena Mainkan Saklar Lampu

Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpok, Kepsek: Ditegur karena Mainkan Saklar Lampu

Megapolitan
Wali Kota Depok Diduga Lakukan Malaadministrasi dalam Rencana Penggusuran SDN Pondok Cina 1

Wali Kota Depok Diduga Lakukan Malaadministrasi dalam Rencana Penggusuran SDN Pondok Cina 1

Megapolitan
Fakta Anggota Densus 88 “Bermasalah” yang Bunuh Sopir Taksi, Baru Keluar dari Tahanan karena Kasus Penipuan

Fakta Anggota Densus 88 “Bermasalah” yang Bunuh Sopir Taksi, Baru Keluar dari Tahanan karena Kasus Penipuan

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di Jakarta

Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di Jakarta

Megapolitan
Saksi Sebut 2 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Orangtua AKBP Dody

Saksi Sebut 2 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Orangtua AKBP Dody

Megapolitan
Viral Video Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpong, Ini Duduk Perkaranya

Viral Video Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpong, Ini Duduk Perkaranya

Megapolitan
Bripda Haris Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi 'Online' Akan Dipecat

Bripda Haris Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi "Online" Akan Dipecat

Megapolitan
Kritik Wali Kota Gusur SDN Pondok Cina 1 karena di Pinggir Jalan, Orangtua: Kalau Bahaya, Kan Bisa Bikin JPO...

Kritik Wali Kota Gusur SDN Pondok Cina 1 karena di Pinggir Jalan, Orangtua: Kalau Bahaya, Kan Bisa Bikin JPO...

Megapolitan
Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi 'Online' di Depok Usai Bebas dari Tahanan Patsus

Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi "Online" di Depok Usai Bebas dari Tahanan Patsus

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.