Sudah Antre Lama, KRL Pun Ada Gangguan

Kompas.com - 01/07/2013, 09:29 WIB
Tahap awal penerapan Kartu COMMET (Commuter Electronik Ticketing) dimulai sejak 1 Febuari dan diperjual belikan di 35 stasiun seperti tampak di stasiun Palmerah, , Jakarta, Rabu (1/2/2012). Sebagai tahapan penerapan program E-Ticketing, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek  mengganti KTB (Kartu Trayek Bulanan)/KLS (Kartu Langganan Sekolah) menjadi Kartu COMMET sebagai alternatif penganti karcis konvensional yang dapat diisi ulang. Dalam masa penjualan perdana tahap 1, hingga 3 Februari, pembelian kartu Commet tidak dikenai biaya kartu. KOMPAS/LASTI KURNIATahap awal penerapan Kartu COMMET (Commuter Electronik Ticketing) dimulai sejak 1 Febuari dan diperjual belikan di 35 stasiun seperti tampak di stasiun Palmerah, , Jakarta, Rabu (1/2/2012). Sebagai tahapan penerapan program E-Ticketing, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek mengganti KTB (Kartu Trayek Bulanan)/KLS (Kartu Langganan Sekolah) menjadi Kartu COMMET sebagai alternatif penganti karcis konvensional yang dapat diisi ulang. Dalam masa penjualan perdana tahap 1, hingga 3 Februari, pembelian kartu Commet tidak dikenai biaya kartu.
Penulis Antony Lee
|
EditorKistyarini

BOGOR, KOMPAS.com —Sejumlah penumpang kereta rel listrik commuter line dari Stasiun Besar Bogor mengeluhkan lamanya antrean untuk membeli tiket pada hari pertama pemberlakuan tarif progresif, Senin (1/7/2013). Apalagi, hal ini juga diikuti dengan keterlambatan perjalanan akibat gangguan kereta rel listrik ekonomi.

"Saya antre dari sekitar pukul 07.00, tetapi baru dapat tiket pukul 08.10. Setelah itu harus menunggu karena KRL ke Jakarta Kota belum bisa berangkat. Lagi ada gangguan," tutur Sapri (54), penumpang KRL commuter line di Stasiun Besar Bogor.

"Seharusnya ada antisipasi supaya enggak antre begitu lama," katanya.

Meskipun demikian dia senang dengan pemberlakuan tarif progresif karena hanya membayar Rp 5.000 untuk perjalanan Bogor-Stasiun Cikini. Biasanya ia harus membayar Rp 9.000 untuk satu kali perjalanan.

Sementara itu dalam pantauan di KRL commuter line dari Stasiun Besar Bogor menuju Jakarta Kota pukul 08.45, penumpang sudah terlihat berjubel sejak dari Stasiun Besar Bogor.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X