Kompas.com - 03/07/2013, 18:02 WIB
Pengemudi (pramudi atau sopir bus TransJakarta melintas di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (30/4/2013). Pemprov DKI menyerukan kepada jasa operator bus Transjakarta untuk menyetarakan gaji pramudi bus yang saat ini terjadi ketimpangan antara satu koridor dengan koridor yang lain. Variasi gaji pramudi bus TransJakarta saat ini antara Rp 1,6 juta hingga Rp 4,5 juta tergantung kebijakan masing-masing operator. KOMPAS/LASTI KURNIAPengemudi (pramudi atau sopir bus TransJakarta melintas di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (30/4/2013). Pemprov DKI menyerukan kepada jasa operator bus Transjakarta untuk menyetarakan gaji pramudi bus yang saat ini terjadi ketimpangan antara satu koridor dengan koridor yang lain. Variasi gaji pramudi bus TransJakarta saat ini antara Rp 1,6 juta hingga Rp 4,5 juta tergantung kebijakan masing-masing operator.
Penulis Ariane Meida
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Unit Pengelola Teknis Transjakarta tidak menunjuk perorangan sebagai perantara dalam proses perekrutan pegawai. Tidak ada pungutan biaya dalam perekrutan itu.

"Untuk penerimaan pegawai transjakarta, kami selalu menampilkan lowongan di media cetak Ibu Kota dan dikirimkan via PO Box," ujar Sri Ulina Pinem mewakili Humas UPT Transjakarta saat dihubungi wartawan, Rabu (3/7/2013).

Menurut Sri, ada tim yang dibentuk khusus untuk menangani prosedur penerimaan pegawai. Calon pegawai yang memenuhi syarat administrasi akan diwawancara oleh tim khusus tersebut. Jika lolos wawancara, calon pegawai masih harus mengikuti proses seleksi selanjutnya, yaitu tes kesehatan dan orientasi lingkungan kerja.

UPT Transjakarta tidak memungut biaya sama sekali kepada calon pegawai. Sri mengakui bahwa telah terjadi beberapa kasus penipuan dengan modus penerimaan pegawai transjakarta yang sudah ditangani oleh polisi.

"Jika ada yang meminta biaya, itu merupakan ulah oknum dan korban bisa segera melaporkannya ke pihak Transjakarta untuk ditindaklanjuti," ujar Sri.

Hal itu disampaikan oleh Sri terkait laporan belasan orang tentang penipuan yang dilakukan seorang perempuan bernama Sofi (65) di Markas Polsek Jatinegara, Selasa (2/7/2013) malam. Sofi diduga melakukan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai pegawai UPT Transjakarta. Para pelapor mengatakan, uang jutaan rupiah yang mereka setorkan kepada Sofi tidak kunjung berbuah pekerjaan hingga berbulan-bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkap 13 Pengedar Narkoba, BNN Sita Lebih dari 212 Kg Sabu dan 19.000 Butir Ekstasi

Tangkap 13 Pengedar Narkoba, BNN Sita Lebih dari 212 Kg Sabu dan 19.000 Butir Ekstasi

Megapolitan
Saksi: Rizieq Shihab Pasien Istimewa di RS Ummi Bogor

Saksi: Rizieq Shihab Pasien Istimewa di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Belum Ada Lonjakan Pemudik Curi Start dari Depok, Jumlah Penumpang Bus Malah Merosot

Belum Ada Lonjakan Pemudik Curi Start dari Depok, Jumlah Penumpang Bus Malah Merosot

Megapolitan
KILLCOVID19 Jemput Bola Vaksinasi Lansia, Kerahkan Bus hingga Tenaga Medis

KILLCOVID19 Jemput Bola Vaksinasi Lansia, Kerahkan Bus hingga Tenaga Medis

Megapolitan
Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X