Kompas.com - 10/07/2013, 11:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo jalan-jalan bersama warga difabel menggunakan bus transjakarta, Kamis (4/7/2013). KOMPAS.com/FABIANUS JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo jalan-jalan bersama warga difabel menggunakan bus transjakarta, Kamis (4/7/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo membenarkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan kenaikan tarif parkir ke DPRD DKI. Namun, hal itu baru sebatas usulan.

Jokowi memastikan, keputusan kenaikan tarif parkir selesai digodok bersama anggota Dewan saat sejumlah kebijakan di bidang transportasi, seperti pengadaan transjakarta, ganjil-genap, dan electronic road pricing (ERP) dipastikan selesai.

"Belum, masih proses. Nanti kalau busway (bus transjakarta) sudah datang, ada ganjil genap dan lain-lain rampung, baru kita ke situ," ujar Joko Widodo di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2013).

Jokowi mengaku memiliki konsep tersendiri terkait transportasi di DKI Jakarta. Ia ingin menciptakan pelayanan transportasi yang terpadu. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang sebelumnya menggunakan transportasi pribadi beralih ke moda transportasi massal yang nyaman.

"Kenapa kita melakukan ini? kita ingin ada pembatasan penggunaan mobil masyarakat. Itu saja," tuturnya.

Berikut rincian usulan kenaikan tarif parkir:

Tarif di kawasan pengendalian parkir (KPP)
- Mobil: Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per jam.
- Bus, truk, dan sejenisnya: Rp 9.000 hingga Rp 12.000 per jam.
- Sepeda motor: Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per jam.
- Sepeda: Rp 1.000 satu kali parkir.

Parkir di jalan Golongan A:
- Mobil: Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per jam.
- Bus dan truk: Rp 6.000 hingga Rp 9.000 per jam.
- Sepeda motor: Rp 2.000 hingga 3.000 per jam.

Tarif parkir di jalan Golongan B:
- Mobil: Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per jam.
- Bus dan truk: Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per jam.
- Sepeda motor: Rp 2.000 per jam.

Tarif parkir di tempat parkir lingkungan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:
- Mobil: Rp 4.000 hingga Rp 5.000 untuk satu jam pertama dan Rp 2.000 hingga Rp 4.000 untuk jam berikutnya.
- Bus dan truk: Rp 6.000 hingga Rp 7.000 untuk jam pertama dan Rp 3.000 untuk jam berikutnya.
- Sepeda motor: Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per jam.

Tarif penitipan kendaraan atau park and ride milik pemerintah:
- Mobil dan bus: Rp 5.000 per hari.
- Sepeda motor: Rp 2.000 per hari.
- Sepeda: Rp 1.000 per hari.
- Tarif parkir valet: Rp 20.000.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Dugaan Narkoba

    Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Dugaan Narkoba

    Megapolitan
    Koja Berdarah, Ketika 3 Tewas dan Ratusan Luka-Luka dalam Konflik Makam Mbah Priok

    Koja Berdarah, Ketika 3 Tewas dan Ratusan Luka-Luka dalam Konflik Makam Mbah Priok

    Megapolitan
    Cerita Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman Shalat Bersama Pedemo hingga Ketika Ambil Keputusan Berisiko

    Cerita Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman Shalat Bersama Pedemo hingga Ketika Ambil Keputusan Berisiko

    Megapolitan
    BLT UMKM Wilayah Jakarta Dibuka, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

    BLT UMKM Wilayah Jakarta Dibuka, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

    Megapolitan
    Pertikaian Para Pemuda di Tebet Bermula dari Permusuhan 2 Orang

    Pertikaian Para Pemuda di Tebet Bermula dari Permusuhan 2 Orang

    Megapolitan
    Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jeff Smith: Konsumsi Ganja Setelah Lulus SMA dan Barang Bukti 0,52 Gram

    Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jeff Smith: Konsumsi Ganja Setelah Lulus SMA dan Barang Bukti 0,52 Gram

    Megapolitan
    Menengok Masjid Raya KH Hasyim Ashari yang Bernuansa Betawi

    Menengok Masjid Raya KH Hasyim Ashari yang Bernuansa Betawi

    Megapolitan
    Kata Para Saksi soal Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

    Kata Para Saksi soal Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

    Megapolitan
    Kadinkes DKI: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kembali Meningkat

    Kadinkes DKI: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kembali Meningkat

    Megapolitan
    Derita Remaja Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Bekasi: Dipaksa Layani 5 Pria hingga Terjangkit Penyakit Kelamin

    Derita Remaja Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Bekasi: Dipaksa Layani 5 Pria hingga Terjangkit Penyakit Kelamin

    Megapolitan
    Ditangkap Warga, 2 Maling Motor di Ciputat Menangis dan Minta Ampun

    Ditangkap Warga, 2 Maling Motor di Ciputat Menangis dan Minta Ampun

    Megapolitan
    Masjid Istiqlal, Ekspresi Rasa Syukur Kemerdekaan hingga Toleransi

    Masjid Istiqlal, Ekspresi Rasa Syukur Kemerdekaan hingga Toleransi

    Megapolitan
    Alasan Inspektorat Jenderal Kemendagri Panggil Sandi, Pegawai yang Ungkap Dugaan Korupsi di Damkar Depok

    Alasan Inspektorat Jenderal Kemendagri Panggil Sandi, Pegawai yang Ungkap Dugaan Korupsi di Damkar Depok

    Megapolitan
    PPKM Jakarta Kembali Diperpanjang hingga 3 Mei 2021

    PPKM Jakarta Kembali Diperpanjang hingga 3 Mei 2021

    Megapolitan
    Kategori dan Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Jakarta

    Kategori dan Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X