Ada Penolakan, Basuki Tetap Relokasi Rumah Jagal Blok G

Kompas.com - 22/07/2013, 16:03 WIB
Salah satu ruangan di rumah pemotongan hewan (RPH) Blok G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/7/2013). Untuk satu ekor kambing yang dijagal, pengguna jasa membayar fee sebesar Rp 8.000. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATISalah satu ruangan di rumah pemotongan hewan (RPH) Blok G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/7/2013). Untuk satu ekor kambing yang dijagal, pengguna jasa membayar fee sebesar Rp 8.000.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Lahan parkir Blok G Pasar Tanah Abang yang sebagian digunakan Rumah Pemotongan Hewan PD Dharma Jaya akan dibersihkan. Meski para pekerjanya menolak direlokasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak peduli.

"Kita mau pindahkan. Pak Wali Kota punya tanah kok, dia mau pindahin. Kalau enggak mau ya tetap dibersihkan," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Balaikota, Senin (22/7/2013).

Rencananya, rumah pemotongan hewan itu akan direlokasi ke Marunda. Lokasi tersebut adalah lahan yang ditawarkan Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah. Lahan tersebut adalah lahan pribadi miliknya, yang dulu digunakan sebagai peternakan itik.

Kepala PD Pasar Jaya Area Pusat 1 Pasar Tanah Abang Blok G, Warimin, merasa sangsi dengan tawaran Saefullah tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut lebih jauh dari Cakung, lokasi yang ditawarkan PD Dharma Jaya.

"(Di pindah) Ke Cakung aja enggak mau, kok mau ke Marunda," kata Warimin kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2013).

Heri (38), salah seorang tukang jagal dan pedagang daging kambing, mengatakan, umumnya pelanggan rumah jagal itu hanya berasal dari sekitar Tanah Abang. Ia khawatir jika dipindahkan terlalu jauh, pelanggan tidak akan mengambil daging lagi dari mereka.

Setidaknya ia memasok 150 kilogram daging kambing untuk memenuhi kebutuhan, baik rumah tangga maupun horeka (hotel, restoran, kantor) di Jakarta. Ia sepakat untuk direlokasi asal pembeli masih dapat menjangkau dengan mudah.

"Misal bener direlokasi, pedagang ini gampang saja. Dipindahkan deket, kita ikut. Dipindah jauh, kita tinggalin (aturannya)," kata dia.

Koordinator jagal Blok G, Ali Jawaz, mengatakan pernah bernegosiasi soal relokasi ini dengan Saefullah. Ia menawarkan tiga lokasi di sekitar Tanah Abang, yakni di belakang Museum Tekstil, di bekas lokasi pembongkaran milik PT KAI, dan di dekat Pasar Melati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Megapolitan
Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Megapolitan
4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

Megapolitan
Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X