"Rob Datang, Insya Allah Ancol Tidak Banjir"

Kompas.com - 22/07/2013, 16:38 WIB
Stasiun pompa ancol, Jakarta Utara. 3 unit mesin pompa di stasiun ini sudah beroperasi secara normal. KOMPAS.COM/DIAN FATHStasiun pompa ancol, Jakarta Utara. 3 unit mesin pompa di stasiun ini sudah beroperasi secara normal.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta terancam banjir rob alias pasang air laut pada 25 dan 26 Juli 2013. Stasiun pompa Ancol pun sudah bersiap agar banjir rob bisa diminimalisasi.

Menurut Sugiman (48), penanggung jawab operator di stasiun pompa Ancol, tiga unit pompa air sudah dapat beroperasi sejak 15 Juli 2013. Hasil kerja pompa dapat dilihat pada Senin, (22/7/2013) ini. Saat Jakarta diguyur hujan sejak pagi hari, kawasan Ancol tidak mengalami banjir seperti beberapa bulan lalu.

Sugiman menjelaskan, debit air di Kali Ancol pada hari ini mencapai 127 cm dari kapasitas maksimal debit air 120 cm. "Insya Allah tidak banjir, soalnya kan kita pompa terus," ujar Sugiman kepada kompas.com.

Sugiman juga mengatakan, banjir rob akibat pasang air laut pada tanggal 25 Juli-26 Juli tidak menjadi masalah karena mesin pompa sudah beroperasi normal. Satu unit mesin pompa air dapat menyedot 5 kubik air per detiknya. Stasiun pompa Ancol memiliki 3 unit mesin sehingga dapat menyedot 15 kubik air per detiknya.


Kendala dari stasiun pompa Ancol sekarang bukan dari kerusakan mesin pompa, melainkan sampah yang terus menumpuk serta lumpur yang semakin dalam yang mengakibatkan pendangkalan di Kali Ancol.

"Harapannya masyarakat tidak buang sampah sembarangan, supaya jakarta tidak banjir," imbuh Sugiman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Megapolitan
Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X