Cinta Segitiga Berujung Pemerkosaan, Pembunuhan, dan Perampokan

Kompas.com - 30/07/2013, 13:10 WIB
Penulis Windoro Adi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

Hari Senin, saya kembali menghubungi dia. Dia menjemput saya dengan sepeda motor Mio-nya, di depan Vila Dago. Setelah bertemu, saya yang mengemudi sepeda motor, sedangkan dia membonceng. Saya ajak dia keliling-keliling. Di jalan, dia ngajak saya berhubungan intim. Saya menolak karena saya puasa. Dia bilang, saya masih kaku aja sih.

Meski saya tolak, dia masih terus memaksa untuk berhubungan intim dengan saya. Oleh karena itu, akhirnya saya bawa dia ke kebun kosong di Serua Permai. Saya lalu berhenti, menyandarkan sepeda motor dan mendaki ke kebun kosong untuk memeriksa.

Di atas, saya ketemu Adih. Adih bertanya, "Mau ngapain?" Saya jawab, "Mau ambil daun singkong buat ibu". Adih pun pulang. Saya lalu kirim SMS ke HW untuk menyusul ke kebun. Saya bilang, HP-mu simpan saja di bagasi sepeda motor. Kunci motornya tetap di sepeda motor saja. Enggak bakal ada yang ambil.

Saat dia tiba, dia melihat saya sedang memetik daun singkong. Dia tanya, "Buat apa?" Saya jawab, "Buat dijual ibu". Dia bertanya lagi, "Emang ibumu jualan sayur?" Saya jawab, "Iya". SW lalu saya ajak ke gubuk di kebun kosong ini.

Di situ kami berhubungan intim. Saya lalu mencekik leher dia memakai tangan kiri. Jari kanan saya, saya masukkan ke mulut agar dia tidak bisa berteriak. Jari saya digigit, tapi dia jatuh. Saat itulah saya pukul dia dengan batu bongkahan puing, mungkin sampai tujuh kali. Saya enggak ingat lagi.

Setelah saya duga dia meninggal, dia saya seret ke tempat tersembunyi. Jasadnya saya tutup dengan daun bambu dan daun pisang. Setelah itu saya pulang. Waktu mau mengambil sepeda motor SW, sepeda motor sudah tidak ada. Saya tidak tahu siapa yang mengambil, tapi waktu saya mendaki kebun kosong, saya sempat melihat seseorang sedang mencat rumah dekat pos. Waktu dia saya tanya apakah dia melihat sepeda motor, dia bilang, "Tidak tahu".

Keesokan harinya, saya datang lagi ke situ, siapa tahu ada orang yang mengemudi sepeda motor SW, tapi sepi. Tukang cat rumah pun tidak ada. Setelah kejadian ini, jantung saya suka berdebar. Setiap hari saya was-was berpikir, satu hari polisi bakal menangkap saya.

Setelah saya membunuh SW, saya bertemu Fit keesokan harinya. Dia bertanya soal uang muka kredit sepeda motor yang saya janjikan. Saya bilang, tidak punya. Fit kecewa, tapi dia bilang, "Ya sudah, mungkin belum rezeki".

Saya ditangkap, Jumat (26/7/2013) pukul 07.15, di rumah di Pamulang II. Saya ditangkap sehabis mandi. Waktu itu, kakak saya, Rio, bilang, ada orang nyariin saya. Saya sempat berpikir, ini pasti polisi. Saya ke luar rumah dan bertemu Pak Jarono, polisi. Tapi saat itu saya belum tahu kalau Pak Jarono polisi. Dia bilang, "Ayo, Kus, ikut bapak. Kamu dicariin teman trek-trekanmu, si Ari".

Saya sama kakak saya waktu itu ketawa. Tak berapa lama saya baru sadar, saya tidak punya teman trek-trekan bernama Ari. Saat saya sadar, kakak saya bilang, "Udah kamu ikut aja. Pak Jarno polisi. Kamu enggak usah kabur, ya". Saya pun mengikuti apa kata kakak saya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Mei: Bertambah 119, Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 7.272 Pasien

UPDATE 31 Mei: Bertambah 119, Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 7.272 Pasien

Megapolitan
Pengendara Tak Punya SIKM, 10.863 Kendaraan Dilarang Keluar dan Masuk Jakarta

Pengendara Tak Punya SIKM, 10.863 Kendaraan Dilarang Keluar dan Masuk Jakarta

Megapolitan
Penghentian Layanan Bus AKAP di Terminal Jabodetabek Diperpanjang hingga 7 Juni

Penghentian Layanan Bus AKAP di Terminal Jabodetabek Diperpanjang hingga 7 Juni

Megapolitan
Belasan Pengunjung Pasar Ikan Hias Jatinegara Dihukum Menyapu Trotoar

Belasan Pengunjung Pasar Ikan Hias Jatinegara Dihukum Menyapu Trotoar

Megapolitan
Ada Pembongkaran JPO di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Akan Dibuka Tutup

Ada Pembongkaran JPO di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Akan Dibuka Tutup

Megapolitan
1.110 Calon Penumpang Ditolak Saat Hendak Keluar Kota Menggunakan Kereta Luar Biasa

1.110 Calon Penumpang Ditolak Saat Hendak Keluar Kota Menggunakan Kereta Luar Biasa

Megapolitan
Sejumlah Hal yang Dapat Diterapkan Pejalan Kaki Saat New Normal

Sejumlah Hal yang Dapat Diterapkan Pejalan Kaki Saat New Normal

Megapolitan
Ini Daftar 15 Rute BRT yang Dioperasikan Transjakarta Sejak 30 Mei

Ini Daftar 15 Rute BRT yang Dioperasikan Transjakarta Sejak 30 Mei

Megapolitan
DKI Jakarta masih Terapkan PSBB, Transjakarta Hanya Operasikan 15 Rute BRT

DKI Jakarta masih Terapkan PSBB, Transjakarta Hanya Operasikan 15 Rute BRT

Megapolitan
PT KAI Perpanjang Operasional Kereta Luar Biasa hingga 7 Juni

PT KAI Perpanjang Operasional Kereta Luar Biasa hingga 7 Juni

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Buat Jalur Jaga Jarak di Trotoar dan Halte

Pemprov DKI Diminta Buat Jalur Jaga Jarak di Trotoar dan Halte

Megapolitan
Jelang New Normal, Banyak Warga Mulai Berolahraga di Bundaran HI

Jelang New Normal, Banyak Warga Mulai Berolahraga di Bundaran HI

Megapolitan
Masih Terjadi Lonjakan PDP dan ODP Selama Dua Bulan Terakhir di Jakarta

Masih Terjadi Lonjakan PDP dan ODP Selama Dua Bulan Terakhir di Jakarta

Megapolitan
Kilas Balik: Yang Terjadi di DKI Setelah Kasus Pertama Covid-19 Diumumkan...

Kilas Balik: Yang Terjadi di DKI Setelah Kasus Pertama Covid-19 Diumumkan...

Megapolitan
Mingggu Pagi, Pemprov DKI Disinfeksi Puluhan Ruas Jalan untuk Cegah Covid-19

Mingggu Pagi, Pemprov DKI Disinfeksi Puluhan Ruas Jalan untuk Cegah Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X