Tiga Sopir Bus di Terminal Rambutan Positif Narkoba

Kompas.com - 02/08/2013, 11:19 WIB
Ilustrasi: Para pemudik memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (16/8/2012). H-3 kali ini dipastikan sebagai puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, meski turun dari jumlah tahun lalu yang mencapai 22648 penumpang.  KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Ilustrasi: Para pemudik memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (16/8/2012). H-3 kali ini dipastikan sebagai puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, meski turun dari jumlah tahun lalu yang mencapai 22648 penumpang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Sopir bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, yang melayani angkutan mudik Lebaran 2013 menjalani tes urine pada H-7, Kamis (1/8/2013). Ditemukan tiga sopir bus positif menggunakan narkoba.

"Kemarin dalam tes urine tiga orang sopir ini positif menggunakan narkoba. Tiga sopir itu mengikuti proses selanjutnya di kantor BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinisi) DKI," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan, Dwi Basuki, kepada Kompas.com, Jumat (2/8/2013).

Namun, Dwi belum menyebut identitas dan juga jurusan tiga sopir bus yang positif narkoba tersebut. Sopir bus yang positif tersebut kemudian akan diganti dengan sopir cadangan lainnya dan tidak diizinkan membawa armada bus. Mereka saat ini masih dikenakan wajib lapor kepada pihak BNNP.

"Jadi sudah tentu mereka tidak diperbolehkan mengemudikan kendaraan lagi," ujar Dwi.

Menurut Dwi, pemeriksaan urine sopir di Kampung Rambutan akan terus berlangsung hingga 16 Agustus 2013. Tes urine itu melibatkan Dinas Kesehatan Provinisi DKI Jakarta.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X