Basuki: Satu Pedagang di Senayan Enggan Mundur, Semua Diusir!

Kompas.com - 23/08/2013, 14:10 WIB
Pedagang tanaman hias di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, masih menempatkan tanamannya hingga nyaris memenuhi trotoar, Rabu (21/80/2013) sore. KOMPAS.com/RAHMAT PATUTIEPedagang tanaman hias di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, masih menempatkan tanamannya hingga nyaris memenuhi trotoar, Rabu (21/80/2013) sore.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan mengusir pedagang tanaman hias yang tidak mau memundurkan dagangannya sejauh dua meter dari trotoar. Permasalahan itu, menurut dia, telah diserahkan kepada Wali Kota setempat.

"Itu urusan Pak Wali Kota. Yang belum mundur dari trotoar akan kita usir," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Demi sebuah toleransi, kata Basuki, apabila ada satu pedagang yang enggan mundur, akan diusir semua pedagangnya. Kendati demikian, hingga saat ini, ia belum mendapat pelaporan terkait pedagang yang menolak memundurkan barang dagangannya.

Basuki pun tak menampik keberadaan pedagang tanaman hias turut andil menghijaukan jalan Ibu Kota. Namun, jangan sampai keberadaan pedagang tanaman hias itu merebut lahan pedestrian dan turun ke jalan raya sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Apabila hal itu terjadi, pedagang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Artinya apa? Anda harus rapi, jangan sampai pejalan kaki tertabrak mobil karena pedestrian dijadikan tempat dagang. Itu tidak manusiawi," kata Basuki.

Oleh karena itu, Pemprov DKI hingga kini memperbolehkan pedagang tanaman hias untuk tetap berdagang di atas trotoar, tetapi tetap pada kebijakan yang berlaku, dengan mundur dua meter dari lokasi sebelumnya.

Upaya penertiban pedagang tanaman hias merupakan salah satu langkah Pemprov DKI untuk menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dengan menertibkan PKL di Jakarta. Menurut dia, saat ini, beberapa PKL masih berjualan di beberapa gedung milik perseorangan dan sampai sekarang dibiarkan sebab Pemprov DKI belum dapat menemukan lokasi pasar yang dapat menampung PKL.

"Sebelum kita menemukan banyak lokasi pasar, kita mau membuat pasar malam di beberapa lokasi jalan yang tidak ramai," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

Megapolitan
BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

Megapolitan
Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Megapolitan
Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Megapolitan
PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Megapolitan
Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

Megapolitan
Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X