Kompas.com - 06/09/2013, 17:28 WIB
Suasana sisi barat Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang tengah dalam proses perubahan menjadi ruang terbuka hijau, Jumat (16/8/2013). Perubahan akan dilakukan dalam empat tahap. Kompas.com/ Robertus BelarminusSuasana sisi barat Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang tengah dalam proses perubahan menjadi ruang terbuka hijau, Jumat (16/8/2013). Perubahan akan dilakukan dalam empat tahap.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Taman Waduk Pluit di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi lokasi tujuan wisata baru bagi warga Jakarta. Selain gratis, warga juga senang karena pemandangan di sana jauh lebih baik, tidak seperti dulu yang kumuh.

"Tiap sore di sini jadi ramai, apalagi kalau malam Minggu atau akhir pekan," ujar Adris Suyanto (44), warga Blok B RT 016 RW 017, Muara Baru, Penjaringan, belum lama ini.

Banyaknya pengunjung di taman Waduk Pluit itu mendatangkan berkah bagi Adris dan pedagang-pedagang lain di sekitar taman itu. Saban sore, Adris menjual minuman di sana. Ada pula yang menjual rokok maupun makanan ringan.

Adanya larangan bagi pedagang untuk berjualan di jalur pejalan kaki di taman itu tak membuat para pedagang kehilangan akal. Mereka sengaja berdagang secara asongan.

"Kan sama Jokowi-Ahok tidak boleh dagang di trotoar. Jadinya ya kita ngasong saja, capek sih padahal, tapi ya mau bagaimana lagi," ujar Sutopo (53), pedagang makanan ringan.

Adris mengakui, dalam sehari, ia dapat meraup keuntungan hingga Rp 50.000. Pada Sabtu dan minggu, keuntungannya berlipat menjadi Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Biasanya para pedagang mulai berjualan dari pukul 16.00 hingga 22.00. Khusus Sabtu dan Minggu, pedagang berjualan hingga pukul 24.00.

KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El Anshari Taman Waduk Pluit pada Malam hari, dikunjungi oleh warga sebagai salah satu tempat untuk bersantai.

Warga yang mengunjungi taman Waduk Pluit adalah warga sekitar waduk ataupun warga daerah Penjaringan dan Pluit. Ada juga warga dari Muara Angke yang datang berombongan dengan menggunakan motor gerobak. Dari Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga datang ke sana demi mengobati rasa penasaran terhadap perubahan waduk itu.

Seperti Ros (63), warga Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Saya enggak menyangka, tempat yang dulunya kurang diperhatikan oleh Pemda, sekarang sudah berubah jadi tempat sebagus ini," kata Ros (63) yang datang bersama kerabatnya dari Tanah Abang, Kamis (5/9/2013) malam.

Warga RT 05 RW 09 Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, itu sudah dua kali datang ke taman tersebut. Yang pertama, ia datang karena sekalian membeli ikan di Muara Karang. Kedatangan kedua sengaja dilakukan bersama keluarganya.

"Sekarang saya memang sengaja datang ke sini karena enak pemandangannya. Duduk di bangku taman sambil melihat waduk, berasa di laut," ujar Ros yang datang menggunakan mobil.

Taman Waduk Pluit didesain sedemikian rupa sehingga warga dapat berkumpul di taman sekitar waduk. Di taman itu, ada kursi taman yang desainnya sama dengan kursi-kursi taman di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Selain itu, tak jauh dari kursi-kursi taman, terdapat juga pohon-pohon besar yang disediakan oleh PT Jakarta Propertindo. Namun, pohon-pohon itu belum terlalu rindang sehingga pada di siang hari kawasan taman seluas 5 hektar itu masih terasa panas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Megapolitan
Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Megapolitan
Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Megapolitan
Taufik Gerindra: Kita Aminkan Supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Taufik Gerindra: Kita Aminkan Supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Megapolitan
Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Megapolitan
M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir Digelar Hari Ini

Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir Digelar Hari Ini

Megapolitan
Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Megapolitan
Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Megapolitan
Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.