Kompas.com - 12/09/2013, 07:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengunjungi Pasar Blok G Tanah Abang, Jumat (23/8/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengunjungi Pasar Blok G Tanah Abang, Jumat (23/8/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang kini tak kenal Blok G Pasar Tanah Abang? Waduk Pluit? Waduk Ria Rio? Tiga tempat ini mungkin asing di telinga kita sebelum Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo 'menyentuhnya'. Namun kini, tangan ajaib Jokowi membuatnya lekat di benak masyarakat.

Seperti yang pertama kali dikatakannya saat ingin memulai melaksanakan penataan kawasan, Jokowi selalu mengedepankan ingin membentuk brand, citra atau persepsi masyarakat luas atas kawasan itu. Seluruh daya dan upaya pun dilakukannya demi mewujudkan cita-citanya tersebut.

Semisal Blok G di Pasar Tanah Abang, kawasan yang sebelumnya dianggap sebagai 'blok mati', tak membuat Jokowi gentar. Ia menghabiskan waktu pagi, siang bahkan tengah malam meninjau Blok G agar siap ditempati pedagang kaki lima yang sebelumnya berdagang di jalan sekitar area itu.

Menjadikan Blok G sebagai sentra primer usaha kecil menengah sekaligus usaha rumah tangga dengan harga terjangkau di penjuru Indonesia, adalah impian Jokowi. Apalagi, jika pengelolaan terpadu seluruhnya oleh PD Pasar Jaya, Jokowi mengaku siap melakukan ekspor ke negara lain.

"Segmennya berbeda. Misalnya yang murah kita ekspor ke Afrika, yang menengah ke Australia. Pasti ada cara entah gimana," ujarnya beberapa waktu lalu.

Demikian pula di Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio. Jokowi rela dilaporkan oleh warga gelap yang bermukim di sekitar waduk ke Polisi hingga Komnas HAM hanya untuk memindahkan mereka ke rumah susun sebagai ganti rumah dibongkar lantaran penataan kawasan waduk telah dimulai.

Membuat sebuah ruang terbuka hijau di dalam kota, yang akan menjadi tepat interaksi warga DKI sehari-hari, adalah impiannya soal menata waduk. Jika warga bertanya, ruang terbuka hijau di DKI, dua tempat inilah yang langsung muncul di benak. Itulah tujuan Jokowi.

Efektif

Melekatkan citra kepada programnya, diakuinya tidak terlalu sulit. Tiga tahap yang selalu menjadi panduannya yakni mendengar, melihat dan merasakan terlebih dahulu apa yang terjadi di lapangan, kemudian melakukan analisa fungsi tempat yang hendak disasar dan terakhir memutuskan brand yang tepat untuk target itu.

"Tak sulit. Kalau kita tahu potensi, kekuatan di tempat itu (yang akan ditata), enggak masalah. Sisanya, tinggal kerjain teknisnya saja," ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Megapolitan
Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Megapolitan
Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Megapolitan
Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Megapolitan
Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Megapolitan
Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Megapolitan
Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.