Kompas.com - 01/10/2013, 15:24 WIB
Benget Situmorang, pemutilasi istri di Tol Cikampek, meninggal dunia pada Senin (30/9/2013) pukul 23.05. Benget meninggal akibat sakit paru-paru atau Tuberculosis. KOMPAS.com/RATIH WINANTI RAHAYUBenget Situmorang, pemutilasi istri di Tol Cikampek, meninggal dunia pada Senin (30/9/2013) pukul 23.05. Benget meninggal akibat sakit paru-paru atau Tuberculosis.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com -- Jenazah pemutilasi istri, Benget Situmorang, tiba di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk diotopsi. Benget meninggal dunia pada Selasa (1/10/2013) pagi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, beberapa hari menjelang sidang vonis terhadapnya.

Menurut Edward Sihombing, kuasa hukum Benget, kliennya diduga meninggal karena sakit yang dideritanya. Selama di tahanan, Benget mengaku mengalami sesak napas dan kerap mengeluhkan sakit di bagian dada.

"Ya, seperti yang saya bilang kemarin. Benget itu sakit jantung dan paru-paru. Jadi kemungkinan penyakitnya itu yang menyebabkan Benget meninggal," ujarnya, Selasa.

Benget terakhir kali menghadiri sidang vonisnya pada Senin (30/9/2013). Namun, sidang ditunda karena kondisi kesehatannya memprihatinkan. Dia datang ke ruang sidang dengan digotong tiga orang petugas kejaksaan.

Melihat kondisi Benget seperti itu, majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang vonis tersebut hingga Kamis (3/10/2013).

Edward menyayangkan sikap hakim dan jaksa penuntut umum yang tetap mendatangkan Benget ke persidangan meskipun dalam kondisi sakit. "Masak orang sakit dibawa, tidak punya hati dan rasa kemanusiaan," ujarnya kala itu.

Seperti diketahui, Benget Situmorang merupakan tersangka kasus mutilasi Darna Sri Astuti, istrinya. Benget melakukan aksinya di rumah sendiri, dibantu oleh wanita yang diduga selingkuhannya, Tini (39).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah memutilasi korbannya, Benget dan Tini kemudian membuang potongan jasad Darna di Tol Cikampek, pada Selasa (5/3/2013) pukul 06.30 WIB.

Atas tindakannya tersebut, Benget dikenakan Pasal 340 KUHP Jo 338 KUHP Jo 351 KUHP dan dituntut dengan hukuman mati. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Juli 2021: Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Mulai Menurun

UPDATE 25 Juli 2021: Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Mulai Menurun

Megapolitan
Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

Megapolitan
Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 301 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 25 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 301 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Pengelola: Sangat Kecil Kemungkinan Oknumnya Pedagang

Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Pengelola: Sangat Kecil Kemungkinan Oknumnya Pedagang

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kota Bekasi Catat 1.664 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 25 Juli: Kota Bekasi Catat 1.664 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kota Tangerang Catat 399 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 25 Juli: Kota Tangerang Catat 399 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.393, Jumlah Tes Berkurang Dibanding Kemarin

UPDATE 25 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.393, Jumlah Tes Berkurang Dibanding Kemarin

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kasus Positif Covid di Tangsel Bertambah 142, Pasien Meninggal 10 Orang

UPDATE 25 Juli: Kasus Positif Covid di Tangsel Bertambah 142, Pasien Meninggal 10 Orang

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Maksimalkan Fungsi Kader Pulih untuk Bantuk Pasien Isoman

Wali Kota Jakarta Utara Maksimalkan Fungsi Kader Pulih untuk Bantuk Pasien Isoman

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Ajak Pasien Isoman Lakukan Isolasi Terkendali di Rusun Nagrak

Wali Kota Jakarta Utara Ajak Pasien Isoman Lakukan Isolasi Terkendali di Rusun Nagrak

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Dua Pencuri Motor Bersenpi yang Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan

Kronologi Penangkapan Dua Pencuri Motor Bersenpi yang Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan

Megapolitan
Kadin Minta jika PPKM Diperpanjang Mal Dibuka, tetapi Pekerja dan Pengunjung Harus Telah Divaksin

Kadin Minta jika PPKM Diperpanjang Mal Dibuka, tetapi Pekerja dan Pengunjung Harus Telah Divaksin

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Rumah Ketua RT di Tanah Abang

Kebakaran Hanguskan Rumah Ketua RT di Tanah Abang

Megapolitan
Dua Pencuri Motor Bersenjata Api di Pagedangan Keluarkan Tembakan ke Arah Warga

Dua Pencuri Motor Bersenjata Api di Pagedangan Keluarkan Tembakan ke Arah Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X