Kompas.com - 01/10/2013, 22:32 WIB
Sidang vonis Benget Situmorang, pemutilasi istri yang jasadnya dibuang di tol Cikampek, kembali ditunda, Senin (30/9/2013). Benget mengaku sakit sesak napas dan paru-paru sehingga tidak bisa menjalani sidang hari ini. KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYUSidang vonis Benget Situmorang, pemutilasi istri yang jasadnya dibuang di tol Cikampek, kembali ditunda, Senin (30/9/2013). Benget mengaku sakit sesak napas dan paru-paru sehingga tidak bisa menjalani sidang hari ini.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang putusan terhadap pemutilasi istri, Benget Situmorang, akan tetap dilaksanakan pada Kamis (3/10/2013).

Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Timur Djaniko Girsang, mengatakan, pihak majelis hakim belum mengetahui Benget meninggal. "Itu masih sekadar informasi, belum ada bukti tertulis. Jadi, persidangan tetap dilanjutkan, nanti kita lihat hasil sidangnya seperti apa," kata Djaniko saat dihubungi wartawan, Selasa (1/10/2013).

Djaniko menambahkan, pada sidang selanjutnya, jaksa harus memberikan bukti kematian Benget Situmorang. "Surat kematian harus dibawa oleh jaksa setelah itu, baru majelis berkeputusan. Hasilnya nanti kita dengar bersama-sama," ujarnya.

Terdakwa Benget Situmorang seharusnya menjalani sidang pembacaan vonis pada Kamis (3/10/2013) mendatang. Pembacaan vonis sempat tertunda dua kali karena Benget sakit.

Sebelumnya, jaksa menuntut Benget dengan hukuman mati pada hari Senin (9/9/2013). Jaksa menilai Benget melanggar Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Benget memutilasi istrinya, Darna Sri Astuti, di rumahnya, di Jalan Bungur Raya RT 11/06 No 11, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Benget melakukan kejahatan dibantu dengan terdakwa Tini (39). Benget membuang potongan tubuh Darna di sepanjang Jalan Tol Cikampek arah Bekasi.

Kemudian, potongan tubuh itu ditemukan secara terpisah, mulai dari kilometer 0+200 hingga kilometer 3+800 pada hari Selasa (5/3/2013). Tini, yang membantu Benget, telah divonis hukuman penjara selama 14 tahun pada sidang hari Kamis (26/9/2013) di PN  Jakarta Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Megapolitan
Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X