JAKARTA, KOMPAS.com — 
Hujan deras kembali mengguyur Jakarta dan sekitarnya, Selasa (12/11/2013) sore. Seperti biasa, genangan langsung muncul di sejumlah tempat. Kemacetan lalu lintas juga dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan. Warga mendesak pemerintah bertindak lebih cepat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan, Selasa, mengatakan, pihaknya tengah mengerjakan penambahan mulut air di ruas-ruas jalan di Jakarta agar genangan segera surut.

”Kami sudah meminta kepada satgas banjir untuk membuat mulut air setiap jarak 5 meter. Mulut air ini gunanya agar air di jalan memiliki lebih banyak lubang untuk masuk ke saluran air,” ujar Manggas.

Dengan pembersihan saluran air, baik saluran penghubung maupun saluran makro, genangan diharapkan lebih cepat surut dari jalan. Dengan pengerukan sungai dan waduk, air yang bisa ditampung dari saluran-saluran itu diharapkan semakin besar.

Mulut air akan dibuat di sepanjang ruas jalan di semua wilayah di Jakarta. Pembuatannya diharapkan selesai pada Desember sebelum memasuki puncak musim hujan.

Saat ini di Jakarta terdapat 884 saluran penghubung yang hampir semuanya memiliki problem yang sama. ”Di atas saluran terdapat bangunan. Di kanan dan kiri saluran juga ada bangunan, padahal seharusnya untuk jalan inspeksi. Ini sudah terjadi bertahun-tahun,” kata Manggas.

Hal yang sama terjadi di sejumlah sungai kecil, seperti Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Grogol. Trase di kali-kali itu idealnya selebar 20 meter, tetapi kenyataannya hanya 7 meter. Dinas Pekerjaan Umum tengah menormalkan fungsi sungai di 80 titik, di antaranya di Cipinang Kebembem, Johar Baru, dan Kali Baru.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan gugatan kepada warga yang mendirikan bangunan di atas saluran air, terutama bagi yang sengaja tidak mau memindahkan bangunan dari atas saluran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Warga yang bersikukuh tidak membongkar bangunan di atas saluran air berarti melawan hukum. Kami sedang menyiapkan langkah hukum menghadapi warga seperti itu. Jika perlu, kami siapkan denda seberat-beratnya kepada warga yang tetap bertahan,” kata Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Beberapa tempat banjir

Hingga Selasa malam, banjir terjadi di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya. Sekitar pukul 19.30, Kali Krukut meluap dan menggenangi permukiman warga di RW 001, RW 002, dan RW 003 Kelurahan Petogogan (belakang Wali Kota Jakarta Selatan). Rahman, petugas informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI, mengatakan, banjir akibat luapan Kali Krukut itu setinggi 30 cm. Belum ada warga yang mengungsi.