Memutus Keakraban Hujan, Genangan, dan Macet di Ibu Kota

Kompas.com - 13/11/2013, 08:32 WIB
Pengguna jalan melintas di genangan air akibat hujanderas di Jalan Raya anggano, Jakarta Utara, Selasa (29/10). Buruknya kondisi saluran air di kawasan tersebut menyebabkan beberapa titik genangan di ruas Jalan RE Martadinata dan Jalan Raya Enggano usai hujan turun. KOMPASPengguna jalan melintas di genangan air akibat hujanderas di Jalan Raya anggano, Jakarta Utara, Selasa (29/10). Buruknya kondisi saluran air di kawasan tersebut menyebabkan beberapa titik genangan di ruas Jalan RE Martadinata dan Jalan Raya Enggano usai hujan turun.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — 
Hujan deras kembali mengguyur Jakarta dan sekitarnya, Selasa (12/11/2013) sore. Seperti biasa, genangan langsung muncul di sejumlah tempat. Kemacetan lalu lintas juga dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan. Warga mendesak pemerintah bertindak lebih cepat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan, Selasa, mengatakan, pihaknya tengah mengerjakan penambahan mulut air di ruas-ruas jalan di Jakarta agar genangan segera surut.

”Kami sudah meminta kepada satgas banjir untuk membuat mulut air setiap jarak 5 meter. Mulut air ini gunanya agar air di jalan memiliki lebih banyak lubang untuk masuk ke saluran air,” ujar Manggas.

Dengan pembersihan saluran air, baik saluran penghubung maupun saluran makro, genangan diharapkan lebih cepat surut dari jalan. Dengan pengerukan sungai dan waduk, air yang bisa ditampung dari saluran-saluran itu diharapkan semakin besar.

Mulut air akan dibuat di sepanjang ruas jalan di semua wilayah di Jakarta. Pembuatannya diharapkan selesai pada Desember sebelum memasuki puncak musim hujan.

Saat ini di Jakarta terdapat 884 saluran penghubung yang hampir semuanya memiliki problem yang sama. ”Di atas saluran terdapat bangunan. Di kanan dan kiri saluran juga ada bangunan, padahal seharusnya untuk jalan inspeksi. Ini sudah terjadi bertahun-tahun,” kata Manggas.

Hal yang sama terjadi di sejumlah sungai kecil, seperti Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Grogol. Trase di kali-kali itu idealnya selebar 20 meter, tetapi kenyataannya hanya 7 meter. Dinas Pekerjaan Umum tengah menormalkan fungsi sungai di 80 titik, di antaranya di Cipinang Kebembem, Johar Baru, dan Kali Baru.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan gugatan kepada warga yang mendirikan bangunan di atas saluran air, terutama bagi yang sengaja tidak mau memindahkan bangunan dari atas saluran.

”Warga yang bersikukuh tidak membongkar bangunan di atas saluran air berarti melawan hukum. Kami sedang menyiapkan langkah hukum menghadapi warga seperti itu. Jika perlu, kami siapkan denda seberat-beratnya kepada warga yang tetap bertahan,” kata Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Beberapa tempat banjir

Hingga Selasa malam, banjir terjadi di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya. Sekitar pukul 19.30, Kali Krukut meluap dan menggenangi permukiman warga di RW 001, RW 002, dan RW 003 Kelurahan Petogogan (belakang Wali Kota Jakarta Selatan). Rahman, petugas informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI, mengatakan, banjir akibat luapan Kali Krukut itu setinggi 30 cm. Belum ada warga yang mengungsi.

Di sisi lain, ada tantangan yang dihadapi internal birokrasi Pemprov DKI. Kerja sama antar-satuan kerja perangkat daerah belum padu. Joko Susetyo, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta, mengatakan, lembaganya tak disiapkan untuk mengawasi pendirian bangunan di atas saluran air. Kewenangan lembaganya mengawasi saluran air agar tetap lancar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X