Jokowi: Pengambilalihan Palyja Terhambat Gugatan LBH - Kompas.com

Jokowi: Pengambilalihan Palyja Terhambat Gugatan LBH

Kompas.com - 25/03/2014, 12:17 WIB
KOMPAS/LASTI KURNIA Para ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui bahwa proses pengambilalihan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mengalami hambatan karena adanya gugatan yang dilayangkan LBH Jakarta pada perusahaan tersebut.

Sesuai prosedur, kata Jokowi, pengambilalihan suatu perusahaan tidak dapat dilakukan jika perusahaan itu dalam gugatan hukum.

"Nah, itulah yang membuat kenapa sampai sekarang belum clear karena masih ada LBH itu. Kalau LBH sudah mencabut gugatannya, bisa masuk kita," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (25/3/1014).

Meskipun demikian, ia enggan untuk menyalahkan pihak LBH Jakarta. Menurut Jokowi, mengajukan gugatan hukum merupakan hak semua orang. LBH Jakarta juga menggugat Palyja terkait privarisasi air yang mereka lakukan.

"Kalau dari kita (Pemprov DKI) masih melakukan pendekatan sama negosiasi harga," ujar Jokowi.

Pemprov DKI telah menunjuk PT Pembangunan Jaya dan PT Jakarta Propertindo dalam usaha mengakuisisi saham Palyja dari kepemilikan Astratel dan Suez Environment.

Rencananya, PT Pembangunan Jaya akan membeli sebanyak 51 persen saham Suez Environment, sedangkan PT Jakarta Propertindo mengakuisisi 49 persen saham Astratel.


EditorKistyarini

Close Ads X