Pasar Senen Tak Punya Sistem Pemadam Kebakaran

Kompas.com - 25/04/2014, 11:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang terbakar, Jumat (25/4/2014). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang terbakar, Jumat (25/4/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Meluasnya kebakaran di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, tidak dapat dicegah. Pasar yang telah berdiri dari tahun 1974 itu tidak memiliki sistem pemadam kebakaran darurat.

"Salah satu penyebab karena gedungnya tidak punya sistem pemadam darurat," Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Rahmat Kristianto di lokasi kebakaran pada Jumat (25/4/2014) pagi.

Rakhmat mengatakan, asal api masih simpang siur. Ada yang menyebut api berasal dari lantai satu, ada juga yang menyebut api berasal dari lantai dua. Namun, pihaknya mendapat laporan munculnya api sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah sekitar 10 menit meluncur ke lokasi kebakaran, para petugas menemukan sisi utara pasar ludes dilalap si jago merah.

Pihaknya menerjunkan sebanyak 40 unit mobil pemadam kebakaran. Namun, rupanya terlambat. Api keburu menyebar ke sisi barat dan timur. "Kita agak terlambat, api telanjur membesar. Kita kini berupaya agar api tidak menyebar ke bagian selatan pasar,"ujar Rakhmat.

Pantauan Kompas.com, hingga pukul 11.17 WIB, petugas masih terus memadamkan api di sejumlah toko. Gubernur Jakarta Joko Widodo masih berada di lokasi meninjau kebakaran tersebut. Asap tebal masih keluar dari pasar yang rencananya akan direhabilitasi pada bulan Juni 2014 mendatang itu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Megapolitan
UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X