Basuki Ingin Scania dan Mercedes Benz untuk Bus Transjakarta

Kompas.com - 05/05/2014, 11:27 WIB
Antrean Transjakarta di Jalan Sudirman. Hal tersebut disebabkan karena salah satu bus mogok di depan halte Setia Budi Jakarta. Nadia ZahraAntrean Transjakarta di Jalan Sudirman. Hal tersebut disebabkan karena salah satu bus mogok di depan halte Setia Budi Jakarta.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, mulai tahun ini dan seterusnya, transjakarta akan menggunakan bus-bus bermerek terkenal buatan negara Eropa. Ia menilai, merek terkenal akan berpengaruh pada kualitas fisik bus, sehingga diharapkan bus-bus yang telah dibeli dapat digunakan untuk jangka waktu yang relatif lama.

Basuki menjelaskan, untuk tahun ini, pengadaan bus direncanakan akan menggunakan bus buatan Swedia, Scania.

"Transjakarta tahun ini akan menggunakan bus-bus produk Eropa yang bisa bertahan 20-30 tahun. (Untuk Scania) minggu depan akan lihat prototype-nya. Rencananya Mercedes Benz akan masuk tahun depan, sekitar Ferbruari-Maret," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (5/5/2014).

Meski telah mengungkapkan ketertarikannya pada bus-bus buatan Eropa, Basuki tetap mempersilakan perusahaan manapun untuk terlibat dalam proses e-catalog, termasuk perusahaan bus-bus asal Tiogkok.

"Silahkan saja. Tapi kalau ada yang walaupun lebih mahal, tapi ada jaminan bisa tahan 20-30 tahun, tentu kita akan pilih itu dong," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Pengadaan bus merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam usaha mengurai kemacetan lalu lintas. Pada tahun lalu, penyediaan bus oleh Pemprov DKI menggunakan bus buatan Tiongkok, yakni Ankai dan Yu Tong.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Megapolitan
[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

Megapolitan
Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X