Kompas.com - 15/05/2014, 14:26 WIB
Ketua Tim Teknisi Jerman Karcher Thorsten Moewes (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan seusai memanjat dan memasang instalasi di Monas, Kamis (8/5/2014). Karcher akan membersihkan Monas dari 5 hingga 15 Mei 2014. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKetua Tim Teknisi Jerman Karcher Thorsten Moewes (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan seusai memanjat dan memasang instalasi di Monas, Kamis (8/5/2014). Karcher akan membersihkan Monas dari 5 hingga 15 Mei 2014.
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, setelah "memandikan" Tugu Monas, pihaknya berencana untuk membersihkan monumen bersejarah lainnya. Karena itu, pihaknya membuka kesempatan bagi para perusahaan yang ingin membantu Pemprov DKI Jakarta dalam rangka melakukan corporate social responsibility (CSR) untuk membersihkan Ibu Kota.

"Monumen-monumen lain masih dalam observasi oleh Balai Konservasi, misalnya Monumen Bundaran Hotel Indonesia dan Patung Pancoran," kata Arie saat menghadiri acara Monas Fun Cleaning Day with Kaercher di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2014). 

Menurut Arie, ikon budaya Jakarta tidak hanya terletak di Monas. Ikon-ikon itu tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota, mulai dari monumen hingga situs bersejarah.

Ia mengapresiasi Kaercher, perusahaan teknologi pembersih asal Jerman, yang justru tertarik membersihkan Monas. Kaercher telah dua kali membersihkan Monas. Sebelum "pemandian" Monas yang dilaksanakan tahun ini, Kaercher juga pernah melakukannya pada 1992.

Arie mengklaim, pemilihan perusahaan asing untuk membersihkan Monas dilakukan karena untuk mencari teknologi yang berkualitas. Pihaknya tidak menginginkan teknologi yang justru merusak bangunan cagar budaya tersebut.

Hingga saat ini, belum ada perusahaan lokal yang mengajukan program CSR pembersihan Monas dan Jakarta kepada Pemprov DKI. "Bersih-bersih Monas ini tidak masuk dalam APBD. Penghematan itu kan penting. Kita juga membutuhkan orang profesional dalam membersihkan puncak dan lekukan Monas," kata Arie. 

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Marketing And Bussines Development Kaercher Indonesia, Fransisca Natalia, mengatakan akan melaksanakan program bersih Jakarta seusai pembersihan Monas. Bahkan, program ini telah disepakati bersama Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang tidak hanya membersihkan Monas, kami juga punya program Clean Jakarta yang akan ditandatangani bersama Pak Basuki tanggal 19 Mei nanti," kata Fransisca.

Namun, ia tidak menjelaskan detail lokasi selanjutnya yang akan dibersihkan. Menurut dia, Basuki bersama jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta yang akan menentukan lokasi bersejarah mana yang akan dibersihkan. Hingga saat ini, Kaercher masih fokus pada membersihkan badan, area tugu, dan cawan Monas.

Tim pembersihan Monas dibagi menjadi dua tim, yakni tim teknisi Indonesia dan teknisi Jerman. Pihak teknisi Indonesia akan membersihkan bagian bawah cawan Monas. Sementara itu, teknisi Jerman akan membersihkan badan tugu Monas. Total ada 20 teknisi yang memandikan Monas, yaitu 17 teknisi Indonesia dan tiga teknisi Jerman.

Pembersihan itu ditargetkan selesai hari ini.

Bagian puncak dan cawan Monas telah ditutup mulai tanggal 5-18 Mei 2014.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.