Pedagang Ikan Hias di Jalan Kartini Juga Akan Direlokasi

Kompas.com - 13/10/2014, 14:46 WIB
Petugas Satpol PP membongkar bangunan liar di Jalan Kartini, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2014). KOMPAS.COM/UNO KARTIKAPetugas Satpol PP membongkar bangunan liar di Jalan Kartini, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah puluhan kios pedagang di Jalan Kartini VII, XA, dan XB, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dibongkar, kios-kios pedagang ikan hias di sepanjang Jalan Kartini Raya juga akan bernasib sama.

Camat Sawah Besar Henri Perez mengatakan, kios-kios tersebut akan secepatnya dibongkar. Namun tak hanya kiosnya yang dibongkar, pedagang juga akan direlokasi.

"Nanti semua pedagang, kurang lebih 85 kios di sana akan direlokasi secepatnya," kata dia kepada Kompas.com di lokasi penertiban, Senin (13/10/2014).

Relokasi pedagang ikan hias di sepanjang Jalan Kartini Raya akan diarahkan ke Jalan Gunung Sahari VIIA, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.


Henri mengatakan, relokasi dilakukan sebagai upaya penertiban pedagang ikan hias yang sudah berpuluh-puluh tahun menggelar lapak di kawasan tersebut. Selama ini, kata dia, pedagang tak memiliki izin untuk berjualan di kawasan tersebut.

"Ini sudah disetujui oleh semua pedagang, tapi nanti kami tidak beri biaya kerohiman. Kita hanya berikan tempat dan pembangunan kembali," tutur Henri.

Untuk memberikan bantuan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Pusat bekerja sama dengan pengembang yaitu PT Brantas dalam program corporate social responsibility (CSR).

Sejauh ini, pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sebelum dilakukan pembongkaran. Sosialisasi dimulai dengan memberikan Surat Peringatan dan pemanggilan. Pembongkaran, kata dia, merupakan salah satu upaya normalisasi Sungai Ciliwung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X