Jokowi Pilih Ignasius Jonan sebagai Menhub, Ini Tanggapan Ahok

Kompas.com - 27/10/2014, 13:23 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Dirut PT KAI Ignasius Jonan saat menandatangani perjanjian kerjasama penertiban lahan di bawah jalan layang kereta api, di Balaikota Jakarta, Rabu (1/10/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Dirut PT KAI Ignasius Jonan saat menandatangani perjanjian kerjasama penertiban lahan di bawah jalan layang kereta api, di Balaikota Jakarta, Rabu (1/10/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang telah menunjuk Ignasius Jonan menjadi Menteri Perhubungan.

Ia meyakini permasalahan kemacetan Ibu Kota bisa teratasi dengan adanya koordinasi antara Pemprov DKI, Pemerintah Pusat, dan Kementerian Perhubungan.

"Bagus, sesuai Pak Jonan itu (Menhub) sesuai yang saya harapkan, bisa bekerja sama dengan baik," kata Basuki, di Balaikota, Senin (27/10/2014). [Baca: Jokowi Persilakan Jonan Tidur di Pesawat dan Kapal Laut]

"Seharusnya sih (Jonan) oke ya mengurus (transportasi) udara dan laut juga. Mungkin (penyelesaian permasalahan transportasi) lebih cepat di tangan dia (Jonan)," ucap Basuki.

Latar belakang Jonan sebagai Direktur Utama PT Kereta Api sejalan dengan visi Basuki menyelesaikan kemacetan dengan moda transportasi massal berbasis rel. Oleh karena itu, Basuki berharap Jonan dapat membangun banyak jalur rel kereta api.

Transportasi massal berbasis rel dinilai dapat mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta karena mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas yang cukup besar, aman, nyaman, dan biayanya terjangkau.

Adapun transportasi massal berbasis rel yang harus dikembangkan di Jakarta adalah kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT), dan mass rapid transit (MRT).

"Transportasi massal yang paling utama dikembangkan itu KRL dan MRT. Untuk penghubung yang kecil dan penumpangnya tidak terlalu banyak ya pakai LRT. Seluruh dunia, kombinasi transportasinya seperti itu, baru kemudian ditambah busnya," kata pria yang biasa disapa Ahok itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gabung Aksi di Depan Bawaslu, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Hanya Ikut-ikutan Teman

Gabung Aksi di Depan Bawaslu, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Hanya Ikut-ikutan Teman

Megapolitan
Dalam Sidang, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Diintimidasi Saat Diperiksa Polisi

Dalam Sidang, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Diintimidasi Saat Diperiksa Polisi

Megapolitan
Dalam Sidang, Hermawan Mengaku Spontan Keluarkan Ancaman Penggal Jokowi

Dalam Sidang, Hermawan Mengaku Spontan Keluarkan Ancaman Penggal Jokowi

Megapolitan
Pramugari Lion Air Masuk Rumah Sakit Setelah Pulang dari China, Ini Penjelasannya

Pramugari Lion Air Masuk Rumah Sakit Setelah Pulang dari China, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Polisi Usut Pencurian Ban Mobil yang Terparkir di Mal Bekasi

Polisi Usut Pencurian Ban Mobil yang Terparkir di Mal Bekasi

Megapolitan
Pelaku Penganiayaan Penumpang Transjakarta Diperiksa Kejiwaannya di RS Polri

Pelaku Penganiayaan Penumpang Transjakarta Diperiksa Kejiwaannya di RS Polri

Megapolitan
Saluran Penghubung Sulaiman Selesai Dikuras, Lurah Yakin Cipinang Melayu Tak Banjir Lagi

Saluran Penghubung Sulaiman Selesai Dikuras, Lurah Yakin Cipinang Melayu Tak Banjir Lagi

Megapolitan
Sejak Awal Tahun, Damkar Tangsel Tangkap Hampir 50 Ular di Permukiman Warga

Sejak Awal Tahun, Damkar Tangsel Tangkap Hampir 50 Ular di Permukiman Warga

Megapolitan
Transjakarta Akan Beri Santunan ke Keluarga Pegawai yang Meninggal Usai Pingsan di Halte

Transjakarta Akan Beri Santunan ke Keluarga Pegawai yang Meninggal Usai Pingsan di Halte

Megapolitan
Bukan Silet, Perempuan yang Serang Penumpang Transjakarta Gunakan Kuku untuk Lukai Korban

Bukan Silet, Perempuan yang Serang Penumpang Transjakarta Gunakan Kuku untuk Lukai Korban

Megapolitan
Pabrik Gas Meledak di Sukawangi Bekasi, 7 Orang Luka Bakar Serius

Pabrik Gas Meledak di Sukawangi Bekasi, 7 Orang Luka Bakar Serius

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Petinggi King of The King

Polisi Akan Periksa Petinggi King of The King

Megapolitan
Pemasang Spanduk King of The King di Kota Tangerang Tergiur Imbalan dari 'Raja'

Pemasang Spanduk King of The King di Kota Tangerang Tergiur Imbalan dari 'Raja'

Megapolitan
Kronologi Meninggalnya Pegawai Transjakarta Usai Pingsan Saat Bertugas di Halte

Kronologi Meninggalnya Pegawai Transjakarta Usai Pingsan Saat Bertugas di Halte

Megapolitan
Belum Jalani Hukuman, Mantan Dirut Transjakarta Diburu Kejari Jakpus

Belum Jalani Hukuman, Mantan Dirut Transjakarta Diburu Kejari Jakpus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X