Pembebasan Lahan Alot, Relokasi Warga Mundur

Kompas.com - 26/02/2015, 21:54 WIB
Pemulung mencari besi bekas di antara puing-puing yang sudah dirobohkan alat berat di bantaran Waduk Ria Rio, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (17/11/2014). Selain untuk mengurangi banjir di kawasan Pulogadung, perluasan yang merupakan bagian dari normalisasi Waduk Ria Rio tersebut juga akan dijadikan taman. KOMPAS / AGUS SUSANTOPemulung mencari besi bekas di antara puing-puing yang sudah dirobohkan alat berat di bantaran Waduk Ria Rio, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (17/11/2014). Selain untuk mengurangi banjir di kawasan Pulogadung, perluasan yang merupakan bagian dari normalisasi Waduk Ria Rio tersebut juga akan dijadikan taman.
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembebasan lahan untuk keperluan proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung masih menghadapi kendala dalam pembebasan lahan. Akibatnya, target relokasi warga dari bantaran kali mundur hampir satu bulan dari jadwal.

Pembebasan lahan untuk sodetan Kali Ciliwung di Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, saat ini masih harus melalui penelitian kepemilikan lahan. Dari penelitian lahan ditemukan sebagian areal lahan itu merupakan milik PT Pertamina, perusahaan asuransi Jiwasraya, dan Pemprov DKI, tetapi diokupasi warga sebagai tempat tinggal.

Hingga Rabu (25/2), dari 527 bidang tanah di bantaran Kali Ciliwung yang terkena proyek normalisasi, terdata 80 persennya adalah tanah milik negara yang digarap warga. Selebihnya adalah tanah berstatus hak guna bangunan.

”Namun, uang pembebasan lahan ini masih menunggu dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Makanya, kami belum dapat lanjutkan ke pelunasan pembebasan lahan,” ujar Camat Jatinegara Syofian Taher.

Pembebasan lahan sodetan Kali Ciliwung di Bidaracina, menurut Syofian, sedang dalam proses penelitian kepemilikan lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menurut rencana, pekan ini BPN Jakarta Timur akan melaporkan hasil penelitiannya kepada Wali Kota Jakarta Timur.

”Setelah diperoleh hasil penelitian dari BPN, wali kota akan segera laporkan ke Gubernur DKI,” ujar Syofian.

Menurut Syofian, dipastikan relokasi warga bantaran Kali Ciliwung yang jadwalnya pada awal Maret mundur menjadi akhir Maret.

”Bagaimana mau relokasi, rusunawa di Jatinegara Barat untuk warga Ciliwung saja belum diserahkan Kementerian Perumahan kepada DKI,” katanya.

Total ada 527 bidang atau rumah di bantaran Kali Ciliwung yang terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung. Tidak kurang dari 937 keluarga terkena proyek normalisasi itu sehingga harus direlokasi ke rusunawa.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 500 unit di Rusunawa Jatinegara Barat, dan tambahan 200 unit di Rusunawa Cipinang Besar Selatan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Megapolitan
Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Megapolitan
Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

Megapolitan
Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Megapolitan
Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X