Ini Tanggapan Ahok Disebut Lakukan "Mark-up" Harga Lahan

Kompas.com - 15/07/2015, 11:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memimpin pendandatanganan pakta integritas perjanjian kinerja Kepala SKPD dan UKPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dengan Gubernur, di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (10/7/2015).  Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memimpin pendandatanganan pakta integritas perjanjian kinerja Kepala SKPD dan UKPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dengan Gubernur, di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (10/7/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah pihaknya melakukan penggelembungan harga nilai jual obyek pajak (NJOP) untuk membeli 3,64 hektar lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.

DKI membeli lahan RS Sumber Waras sesuai harga NJOP tahun 2014 dengan nilai Rp 20.755.000 per meter persegi. Sementara itu, berdasarkan temuan lembaga penelitian Garuda Institute, NJOP lahan RS Sumber Waras yang dibeli Pemprov DKI seharusnya Rp 7.440.000 per meter persegi. Lahan yang dibeli itu rencananya akan difungsikan untuk RS khusus kanker. 

"Kalau gitu, yang Garuda itu sekarang beliin aku tanah deh. Aku mau beli 3,8 hektar tanah di tengah kota Jakarta pakai harga NJOP. Suruh mereka cariin deh," kata Basuki di Balai Kota, Rabu (15/7/2015). 

"Sekarang kan kami butuh tanah buat bikin rumah sakit nih. Siapa pun mau jual tanah di DKI, yang sudah matang, bebas banjir, dan bisa langsung bangun, luasnya 3,8 hektar, dan pakai harga NJOP, panggil saya. Mau saya beli lahannya. Kalian cari saja, ada enggak di Jakarta, lahan dijual seperti itu? Apalagi di Jakarta Barat enggak punya RSUD," kata dia lagi.

Basuki menjelaskan, NJOP yang ditunjukkan Garuda Institute merupakan NJOP untuk rumah permukiman penduduk di belakang RS Sumber Waras. Ia meminta pihak tersebut untuk tidak membandingkan lahan RS Sumber Waras dengan perkampungan karena pasti berbeda secara NJOP. Basuki menjelaskan, sejak akhir 2011 hingga 2014, harga tanah di DKI naik 3-5 kali lipat.

"Kami akhirnya membuat rumus. Misalnya yang lokasinya di jalan raya, seperti Menteng itu, harga NJOP-nya 80 persen mendekati harga appraisal (taksiran). Akan tetapi, rumah penduduk di gang-gang segala macam itu tidak naik banyak, hanya dua kali lipat, karena warga pasti teriak kalau PBB tiba-tiba naik dari Rp 3 juta jadi Rp 15 juta," kata Basuki. 

"Saya mah enggak masalah kok kalau saya harus balikin duit pembelian lahan (RS Sumber Waras). Ya tetapi logikanya di mana, jangan bandingin ayam sama itik gitu lho," kata Basuki lagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan
Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Megapolitan
Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X