Kompas.com - 31/08/2015, 11:25 WIB
Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaJakarta Islamic Center, Jakarta Utara.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah di Monumen Nasional (Monas), program penertiban pedagang kaki lima (PKL) melalui Lenggang Jakarta juga akan diterapkan di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku telah memerintahkan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI untuk menertibkan PKL yang berada di luar JIC. 

"Kan JIC nanti mau jadi tempat wisata. Jadi di situ orang bisa menikmati kuliner yang halal gitu kan, tapi saya enggak tahu pembicaraannya apakah mirip Lenggang Jakarta atau pembinaan seperti lokbin (lokasi binaan) gitu. Intinya memasukkan PKL yang sudah ada," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (31/8/2015). 

Menurut dia, konsep penataan PKL yang akan diterapkan di JIC mirip dengan Monas. Sebelum berdagang, seluruh dagangan para pedagang harus diuji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. Kemudian transaksi jual beli menggunakan transaksi non-tunai (cashless).

"Ada pembagian 20 persen untuk pengelola juga," kata Basuki. 

Kepala Dinas KUMKMP DKI Irwandi Yusuf mengatakan ada perbedaan konsep Lenggang Jakarta di JIC dan Monas. Yakni pembangunan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI bukan melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan, seperti di Monas.

Pihaknya akan mendorong sekitar 300-an PKL yang biasanya memadati di luar JIC untuk didorong masuk. Rencananya, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Lenggang Jakarta di JIC sekitar Rp 10 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi Lenggang Jakarta nanti akan saya bikin di Jakarta Islamic Center, itu kan di sana nanti ada hotel, segala macam. Kalau kita mau santai mau beli baju koko di mana, nah itu yang mau kami bikin di sana," kata Irwandi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketakutan Penumpang Setelah Rentetan Kecelakaan Menimpa Transjakarta

Ketakutan Penumpang Setelah Rentetan Kecelakaan Menimpa Transjakarta

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Megapolitan
Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Megapolitan
Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.