Kompas.com - 05/10/2015, 12:43 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan sosialisasi terhadap warga Bidaracina terkait pengerjaan proyek sodetan Ciliwung-KBT, Rabu (16/9/2015). Dalam sosialisasi yang dilakukan di Kantor Camat Jatinegara tersebut, warga diberitahu awal November 2015 nanti proyek sodetan di sisi inlet harus dimulai. KOMPAS.COM/ROBERTUS BELARMINUSPemerintah Kota Jakarta Timur melakukan sosialisasi terhadap warga Bidaracina terkait pengerjaan proyek sodetan Ciliwung-KBT, Rabu (16/9/2015). Dalam sosialisasi yang dilakukan di Kantor Camat Jatinegara tersebut, warga diberitahu awal November 2015 nanti proyek sodetan di sisi inlet harus dimulai.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Bidaracina yang terkena dampak gusuran proyek sodetan dan normalisasi di Kali Ciliwung berencana berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/10/2015) .

Warga Bidaracina kecewa karena menjelang penggusuran, diputuskan bahwa mereka tidak akan menerima ganti rugi.

Joko (57), warga RW 04 RT 10 Bidaracina mengatakan, mereka akan bergabung dengan sejumlah korban gusuran dari wilayah lain di Ibu Kota untuk melakukan demo di kantor Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Siang ini jam satu kita akan demo ke Balai Kota, biar Ahok lihat," kata Joko, kepada Kompas.com, saat ditemui di rumahnya, Senin (6/10/2015).

Joko mengatakan, mereka kecewa dengan adanya pernyataan bahwa warga tidak akan mendapat ganti rugi untuk gusuran kali ini, dan hanya direlokasi ke rusun. Padahal, kata Joko, pemerintah sempat menyatakan akan memberikan kompensasi kepada warga.

"Tapi tanggal 16 September kemarin, dalam pertemuan diputuskan bahwa tidak ada ganti rugi sama sekali," ujar Joko.

Joko merasa heran dengan adanya pernyataan bahwa warga menempati tanah seorang bernama Hengki dan tanah Pemprov DKI. Sebab, pria berusia 57 tahun yang lahir dan besar di Bidaracina itu mengatakan, aslinya tanah setempat adalah milik Belanda.

Pada saat agresi militer Belanda sekitar tahun 1954, warga Belanda yang menempati tanah setempat pulang ke negaranya.

"Dan setelah itu tanah ini diambil orang sini. Kita tahun 1960 itu sudah kampung. Jelas ini perkampungan, namanya dulu Kebon Sayur II, dan tahun 1990 ganti jadi Gang Sensus. Dan kita bukan warga liar, kami punya KTP, dan wilayah kami tercatat di tata kota. Kami pun ada bukti-bukti jual beli yang diketahui camat dan lurah dahulu," ujar Joko.

Joko melanjutkan, dengan aksi di Balai Kota tersebut akan ada perubahan kebijakan terhadap mereka. Warga ingin mendapatkan kompensasi atas penggusuran itu. Mereka mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, Perpres Nomor 71 Tahun 2012 yang diubah jadi Perpres Nomor 30 Tahun 2015.

"Jadi di situ mengatur bahwa ada ganti rugi atas tanah tempat tinggal yang dipergunakan bagi pembangunan," ujar anggota tim 14 bentukan warga setempat itu.

Rencananya, aksi mereka akan bergabung dengan 14 warga dari daerah lainnya di Ibu Kota yang pernah mengalami penggusuran, di antaranya bersama warga Kali Sekretaris, Pinangsia, Kampung Pulo, warga Ancol, dan lainnya.

Adapun warga Bidaracina yang ikut aksi tersebut diperkirakannya mencapai ratusan. "Aksi ini aksi damai kami," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Megapolitan
Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Megapolitan
Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Megapolitan
Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki 'Begal' oleh Pemuda Mabuk

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki "Begal" oleh Pemuda Mabuk

Megapolitan
Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Megapolitan
Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Megapolitan
Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Megapolitan
4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Megapolitan
Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.