Kompas.com - 15/12/2015, 12:51 WIB
Tiga tersangka penyimpanan ayam tiren dibawa ke gudang mereka di Cakung, Jakarta Timur, Senin (14/12/2015) Robertus Belarminus/ KOMPAS.comTiga tersangka penyimpanan ayam tiren dibawa ke gudang mereka di Cakung, Jakarta Timur, Senin (14/12/2015)
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, peredaran ayam tiren atau ayam bangkai sedianya bisa diantisipasi di tingkat RT/RW.

Seharusnya, menurut dia, RT/RW bisa lebih mengawasi aktivitas warga. "Oknum RT/RW ini kan suka diam, enggak mau lapor," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (15/12/2015). (Baca: Ayam Tiren dan Ayam Segar, Bagaimana Membedakannya?)

Basuki mengatakan, lurah berwenang memecat pengurus RT/RW yang tidak bekerja maksimal. Apalagi, Basuki telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 168 Tahun 2014 tentang Pedoman RT/RW.

Pasal 29 ayat 1 huruf c, Pasal 30 dan 31 Pergub tersebut menyebutkan bahwa ketua RT atau RW bisa diberhentikan sesuai dengan keputusan lurah.

Atas dasar itu, Basuki menilai lurah harus memecat RT/RW yang tidak peduli akan lingkungannya. (Baca: Sudin KPKP Akui Kecolongan Awasi Ayam Tiren)

"SKPD (satuan kerja perangkat daerah) juga jangan konyol, DKI selalu saja bilang kurang orang, tetapi mau sampai kapan? Memangnya kamu bukan orang Jakarta? Konyol saja, jadi si lurah harus tahu wilayahnya," ujar Basuki. 

"Saya sudah sampaikan SKPD adalah konsultan dan kontraktor. Kamu harus dukung pelayanan si lurah, enggak boleh alasan. Kalau alasan terus, ya kami ganti habis-habisan," kata Basuki.

Sebelumnya, polisi membongkar gudang penyimpanan ayam tiren di Jalan Rawa Sumur, Cakung, Jakarta Timur.

Ayam tiren atau ayam mati kemarin yang tidak melalui proses pemotongan ini termasuk dilarang diperdagangkan. (Baca: Sudin KPKP Bakal Gelar Razia Terkait Temuan Ayam Tiren)

Perdagangan ayam tiren termasuk perbuatan pidana karena dianggap merugikan konsumen. Polisi lantas mengamankan tiga tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangka mengaku menjual ayam tiren tersebut ke Pasar Klender.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Megapolitan
Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Megapolitan
Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Megapolitan
Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Megapolitan
SPSI Sebut Masih Ada Perusahaan di Kota Tangerang yang Belum Lunasi THR Tahun Lalu

SPSI Sebut Masih Ada Perusahaan di Kota Tangerang yang Belum Lunasi THR Tahun Lalu

Megapolitan
Pemprov DKI Terima 2.189 Permohonan SIKM, Lebih dari Setengahnya Ditolak

Pemprov DKI Terima 2.189 Permohonan SIKM, Lebih dari Setengahnya Ditolak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X