Tak Perlu Dilarang, Ojek Akan Hilang Sendiri jika...

Kompas.com - 18/12/2015, 16:19 WIB
Kondisi trotoar samping Stasiun Palmerah pada Selasa, (3/11) terlihat penuh pengemudi ojek konvensional dan aplikasi. Bhirawa MbaniKondisi trotoar samping Stasiun Palmerah pada Selasa, (3/11) terlihat penuh pengemudi ojek konvensional dan aplikasi.
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat transportasi Darmaningtyas berpendapat, pemerintah tidak perlu melarang ojek beroperasi. Sebab, kemunculan ojek merupakan akibat dari buruknya moda transportasi umum saat ini.

Dengan demikian, menurut Darmaningtyas, baik ojek pangkalan maupun yang berbasis online bisa dibiarkan saja untuk saat ini.

"Selama pemerintah belum bisa menyediakan angkutan yang aman, biarkan saja mereka ada, tetapi tidak perlu diregulasi. Kalau pemerintah sudah bisa sediakan angkutan umum yang aman dan nyaman, barulah buat regulasinya," ujar Darmaningtyas ketika dihubungi, Jumat (18/12/2015).

Darmaningtyas mengatakan, saat ini seharusnya pemerintah fokus untuk menciptakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

Dia yakin bahwa jika transportasi umum sudah baik, ojek akan kurang diminati dengan sendirinya. Tanpa ada pelarangan, ojek diperkirakan akan hilang.

"Karena nantinya naik ojek dinilai lebih mahal dibanding angkutan umum lain. Kalau ke Bogor naik kereta hanya Rp 5.000, naik ojek bisa puluhan ribu. Kalau transportasi umumnya sudah baik, pasti masyarakat meninggalkan ojek," ujar dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengeluarkan larangan ojek berbasis aplikasi untuk beroperasi.

Netizen bereaksi dan mengkritik keputusan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ini. Namun, hari ini Kemenhub membantah mengeluarkan surat larangan.

Surat yang mereka keluarkan hanya imbauan dan pengingat bahwa sepeda motor bukan termasuk kendaraan umum dalam undang-undang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X