Saat Teman Ahok Mencuri Perhatian Sang Gubernur...

Kompas.com - 06/03/2016, 09:25 WIB
Komunitas Teman Ahok usai memenuhi undangan makan siang dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin (25/1/2016). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAHKomunitas Teman Ahok usai memenuhi undangan makan siang dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin (25/1/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Komunitas Teman Ahok mulai mengumpulkan fotokopi KTP untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sekitar Juli tahun lalu. Ketika itu, tidak ada pengakuan sama sekali dari Basuki terhadap sekumpulan anak muda yang mencari "tiket" untuk dia maju Pilkada DKI lewat jalur independen.

Pria yang akrab disapa Ahok ini hanya mengucapkan terima kasih karena ada warga yang mau membantunya. Terlebih lagi, Ahok tidak bergabung dengan partai politik mana pun setelah keluar dari keanggotaan Partai Gerindra.

"Terima kasih, lumayan kalau ada yang dukung saya," kata Basuki di Balai Kota, Senin (8/6/2015).

Namun, Ahok tidak berniat untuk mencoba lebih akrab dengan Teman Ahok. Ketika itu, dia tegas mengatakan tidak akan mengundang relawan Teman Ahok untuk sekadar bertemu dan makan siang dengannya. Dengan alasan, dia tidak yakin bahwa Teman Ahok mampu mengumpulkan fotokopi satu juta KTP.

Dia tidak ingin gegabah mengundang relawan yang belum tentu bisa memberi dia "tiket". "Bikin repot saja sebenarnya. Kan mesti terkumpul fotokopi satu juta KTP, nanti kalau baru terkumpul KTP sedikit, malah banyak yang bikin website kedua, ketiga, dan lainnya, bisa mabok saya," kata Ahok. (Baca: "Teman Ahok" Gambarkan Ahok Dihipnosis Banteng Hitam Bermata Merah)

Teman Ahok buktikan diri

Meski tidak mendapat perhatian dari Ahok, Teman Ahok ternyata tidak patah semangat. Teman Ahok membuktikan konsistensinya dengan giat mengumpulkan fotokopi KTP. Mereka membuka booth-booth di pusat perbelanjaan dan membangun posko di rumah-rumah relawan.

Semua itu dilakukan demi menjadikan Ahok gubernur lagi pada periode mendatang. Sampai akhirnya, pada Desember 2015 lalu, Teman Ahok memberikan "kado" Natal untuk Ahok berupa fotokopi KTP yang sudah memenuhi syarat minimal KPU.

Mereka mampu mengumpulkan lebih dari 530.000 fotokopi KTP yang merupakan syarat calon independen untuk maju Pilkada DKI 2017. Tepat satu bulan setelah kado tersebut, Ahok mengundang Teman Ahok untuk makan siang di Balai Kota Dki, Senin (25/1/2016).

Ada sekitar enam orang anggota Teman Ahok yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, mengatakan, pertemuan selama lebih kurang 60 menit itu hanya mengobrol santai dengan Basuki.

"Ini pertemuan pertama Teman Ahok dan Pak Ahok. Tadi ngobrol santai, tetapi kami menegaskan jumlah fotokopi KTP cukup untuk maju secara independen," kata Amalia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Megapolitan
Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Megapolitan
Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X