Lulung Bingung Kenapa Sanusi Mencari Uang Melalui Suap

Kompas.com - 06/04/2016, 06:58 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Kompas.com/Alsadad RudiWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana, di Gedung DPRD, Kamis (3/2/2016)
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana mengatakan, sejak awal, dia sudah menolak Raperda Rencana Zonasi dan Tata Ruang. Namun, anggota Dewan lain yang tergabung dalam Badan Legislasi Daerah melanjutkannya.

Kelanjutan itu dilakukan sampai salah satu anggotanya, Mohamad Sanusi, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan kasus suap. Beberapa saat setelah kejadian penangkapan Sanusi, dia langsung bertanya kepada kakak kandung Sanusi yang tidak lain adalah Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik.

"Saya tidak mau suuzan. Saya mau clear. Saya tanya sama Taufik kemarin, saya kumpul sama teman-teman kemarin, saya tanya sama Pak Pras juga. Ini DPRD apa oknum?" ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (5/4/2016).

Lulung mengatakan, apa yang diperbuat oleh Sanusi merupakan sikap pribadi yang tidak berkaitan dengan sikap Balegda ataupun DPRD DKI. (Baca: Saat Sanusi Sendirian Hadapi Kasus Suapnya)

Mengenai sikap Sanusi menurut pandangannya, dia sulit percaya jika Sanusi menerima suap. Sebab, dia sudah lama mengenal Sanusi jauh sebelum mereka menjadi anggota Dewan.

Lulung mengetahui bahwa kehidupan Sanusi sekarang sudah mapan dengan usahanya sekarang. Karena itu, dia bingung jika Sanusi masih mencari uang melalui suap.

"Sanusi itu adik kelas saya dia, sebelum kejadian ini, dia sudah mapan kerja di bidang developer. Kalau hari ini terjadi, ya saya tanya, ini pribadi atau Dewan? Taufik bilang kemarin ini pribadi. Ya sudah tanggung jawab sendiri," ujar Lulung.

Akhirnya, dia pun menyerahkan kepada KPK untuk mengusut kasus ini. Jika kasus ini ujungnya menyeret nama anggota Dewan lain, kata dia, dukungan kepada KPK tetap diberikan.

"Kalau dari hasil pemeriksaan ada rentetan, kita apresiasi saja, dukung saja kinerja KPK," ujar Lulung. (Baca: Sanusi Berulah, Gerindra yang Kena Getah)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Megapolitan
Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Megapolitan
Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Megapolitan
Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Megapolitan
Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Megapolitan
Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Megapolitan
Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Megapolitan
Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Megapolitan
Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Bocah 13 Tahun yang Ditangkap di Ciputat Bercita-cita Jadi Polisi

Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Bocah 13 Tahun yang Ditangkap di Ciputat Bercita-cita Jadi Polisi

Megapolitan
Kapal Buatan Jerman Disebut untuk Bantu Pemkot Bekasi Jangkau Sampah di Kali

Kapal Buatan Jerman Disebut untuk Bantu Pemkot Bekasi Jangkau Sampah di Kali

Megapolitan
Nunung dan Suami Dituntut Rehabilitasi Selama 1 Tahun 6 Bulan, Ini Hal Meringankan Menurut Jaksa

Nunung dan Suami Dituntut Rehabilitasi Selama 1 Tahun 6 Bulan, Ini Hal Meringankan Menurut Jaksa

Megapolitan
Penabrak Pengguna Skuter Listrik Tanggung Biaya Rumah Sakit Seluruh Korban

Penabrak Pengguna Skuter Listrik Tanggung Biaya Rumah Sakit Seluruh Korban

Megapolitan
Ini Alasan Pengguna Skuter Listrik yang Ditabrak Mobil Tak Melintas di Trotoar

Ini Alasan Pengguna Skuter Listrik yang Ditabrak Mobil Tak Melintas di Trotoar

Megapolitan
Mantan Staf Ahok Laporkan Dua Akun Twitter ke Polisi

Mantan Staf Ahok Laporkan Dua Akun Twitter ke Polisi

Megapolitan
211 Hektare Aset Pemprov DKI Bermasalah

211 Hektare Aset Pemprov DKI Bermasalah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X