PT KCJ Bangun "Underpass" di 6 Stasiun di Jabodetabek

Kompas.com - 30/04/2016, 17:37 WIB
Polisi, Bripka S. Sutisna, berjaga di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (7/5/2013). Polisi disiagakan di sejumlah stasiun di lintas Parang Panjang-Tanah Abang sebagai antisipasi aksi demonstrasi terkait penutupan KRL Ekonomi Serpong-Tanah Abang yang efektif mulai hari itu. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPolisi, Bripka S. Sutisna, berjaga di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (7/5/2013). Polisi disiagakan di sejumlah stasiun di lintas Parang Panjang-Tanah Abang sebagai antisipasi aksi demonstrasi terkait penutupan KRL Ekonomi Serpong-Tanah Abang yang efektif mulai hari itu.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Penumpang kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek akan lebih aman dalam menggunakan transportasi darat ini. PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan membangun jalan tebus bawah tanah (underpass) di enam stasiun.

"Kami sedang persiapan buat underpass (sebagai pelintasan) penumpang antar peron," kata Direktur Utama PT KCJ, M Fadhil, di Stasiun Jakarta Kota, Sabtu (30/4/2016).

Pembangunan fasilitas itu demi keselamatan penumpang saat menyebrang antar peron. Penumpang diharapkan tidak lagi melintasi rel.

Enam stasiun yang akan dilengkapi underpass itu adalah Stasiun Citayam, Stasiun Tebet, Stasiun Pondok Ranji, Stasiun Sudimara dan Stasiun Cilebut. Underpass dibangun di enam stasiun itu karena pertimbangan jumlah penumpangnya yang banyak. 

"Itu dulu prioritas. Stasiun lain prioritas juga. Tapi kami juga punya pertimbangan sendiri," kata Fadhil.

Selain membangun enam underpass, PT KCJ juga akan membangun jembatan penyebrangan orang di Stasiun Tanah Abang. Pembangunan itu kini sedang dalam tahap pengerjaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X