ICW Dorong "Teman Ahok" Lebih Transparan soal Sumber Dana - Kompas.com

ICW Dorong "Teman Ahok" Lebih Transparan soal Sumber Dana

Kompas.com - 24/06/2016, 15:48 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Relawan teman Ahok mengumpulkan berkas dukungan warga Jakarta untuk pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono di gerai Mal Kuningan City, Jakarta, Minggu (15/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mendorong agar kelompok relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama, "Teman Ahok", dapat lebih transparan dan bersedia diperiksa sumber dana serta penggunaannya. Menurut Donal, pemeriksaan itu dapat dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Donal menuturkan, doronga untuk penyelidikan KPK tidak ia maksudkan untuk menjatuhkan Teman Ahok. Akan tetapi, kata Donal, penyelidikan itu ia yakini dapat memperjelas isu mengenai adanya aliran dana sebesar Rp 30 miliar ke Teman Ahok dari pengembang reklamasi.

"KPK biar melakukan penyelidikan. Kami juga harap Teman Ahok mau diselidiki, karena penyelidikan itu kan baru sebatas mencari tahu sebuah pidana," kata Donal di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2016).

Mengacu pada definisi KUHAP Pasal 1 angka 5, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang. Oleh karenanya, Teman Ahok diharapkan mau diselidiki untuk memberikan kepastian hukum.

UU Pilkada yang berlaku saat ini, hanya mengatur akuntabilitas dan transparansi pada saat kampanye atau memasuki tahap pemilu. Saat ini, tahapan Pilkada 2017 belum dimulai.

"Dampak tidak diaturnya keuangan pra pemilu ini sama bahayanya dengan apabila dana kampanye tidak diatur. Misalnya, masuknya dana ilegal yang dapat melahirkan corrupt exchange antara kandidat dengan donatur, baik pra ataupun pasca pemilu. Dana itu juga potensial masuk melalui kelompok relawan," ujar Donal.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menyebutkan, ada aliran dana sebesar Rp 30 miliar ke Teman Ahok dari perusahaan pengembang reklamasi di Pantai Utara, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Junimart dalam rapat kerja Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

"Kami dapat info ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp 30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyrus," kata Junimart.

Junimart mengaku memiliki dokumen terkait informasi tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan dari mana informasi tersebut didapatkannya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait pemberian uang bagi Teman Ahok, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, telah mengetahui dugaan tersebut. Menurut dia, KPK akan menyelidiki kebenaran informasi tersebut.


EditorIndra Akuntono
Komentar

Terkini Lainnya

Aksi Vandalisme yang Menyasar Gerbong KRL dan MRT...

Aksi Vandalisme yang Menyasar Gerbong KRL dan MRT...

Megapolitan
Nasib Malang Pengemudi KIA: Mogok, Ditabrak Fortuner, dan Mobilnya Terbakar

Nasib Malang Pengemudi KIA: Mogok, Ditabrak Fortuner, dan Mobilnya Terbakar

Regional
Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Vietnam

Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Vietnam

Nasional
Kisah Pilu Orangtua yang Terpaksa Pulangkan Balitanya yang Masih Dirawat karena Tak Punya Biaya Berobat

Kisah Pilu Orangtua yang Terpaksa Pulangkan Balitanya yang Masih Dirawat karena Tak Punya Biaya Berobat

Regional
Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Kisah Mat Kanon, Penari Kepercayaan Bung Karno

Kisah Mat Kanon, Penari Kepercayaan Bung Karno

Regional
Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Internasional
Dedi Mulyadi Siap Pimpin Demo bersama Honorer di Jakarta

Dedi Mulyadi Siap Pimpin Demo bersama Honorer di Jakarta

Regional
Sempat Dicoret, 3 Caleg Eks Koruptor di Jateng Akhirnya Masuk DCT

Sempat Dicoret, 3 Caleg Eks Koruptor di Jateng Akhirnya Masuk DCT

Regional
4 Fakta di Balik Pendaki Diperkosa di Gunung Singgalang, Sperma di Celana Dalam hingga Pengakuan Pelaku

4 Fakta di Balik Pendaki Diperkosa di Gunung Singgalang, Sperma di Celana Dalam hingga Pengakuan Pelaku

Regional
Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Internasional
Khofifah, Emil, Kiai Asep, dan Dahlan Iskan Batal Masuk Timses Jokowi

Khofifah, Emil, Kiai Asep, dan Dahlan Iskan Batal Masuk Timses Jokowi

Regional
Rahmat Effendi Bersyukur Ridwan Kamil akan Tata Kalimalang

Rahmat Effendi Bersyukur Ridwan Kamil akan Tata Kalimalang

Megapolitan
Protes Pencemaran, Warga Tumpahkan 1 Kontainer Limbah Industri Kulit ke Jalan

Protes Pencemaran, Warga Tumpahkan 1 Kontainer Limbah Industri Kulit ke Jalan

Regional
Harga Mobil Land Rover yang Ditumpangi Jokowi-Ma'ruf Disebut Bakal Tinggi jika Dijual

Harga Mobil Land Rover yang Ditumpangi Jokowi-Ma'ruf Disebut Bakal Tinggi jika Dijual

Megapolitan
Close Ads X