Keberatan Tarif Air Dinaikkan, Penghuni Apartemen Kalibata City Demo Pengelola - Kompas.com

Keberatan Tarif Air Dinaikkan, Penghuni Apartemen Kalibata City Demo Pengelola

Kompas.com - 27/08/2016, 12:46 WIB
Alsadad Rudi Puluhan warga penghuni Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan saat mendatangi kantor pengelola apartemen, Sabtu (27/8/2016). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keberatan terhadap rencana kenaikan iuran pemeliharaan lingkungan (IPL), yang salah satu isinya menaikan biaya air bersih.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah penghuni Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, mendatangi kantor pengelola apartemen, Sabtu (27/8/2016). Mereka menyampaikan keberatan terhadap rencana kenaikan iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) yang mencakup kenaikan tarif air bersih.

Juru bicara para penghuni, Ade Tedjo Sukmono, mengatakan, pengelola menaikkan biaya IPL dengan alasan sebagai biaya tambahan untuk kekurangan pasokan air dari Palyja sejak Januari 2015. Padahal, kata Tedjo, Palyja sudah menyatakan gangguan pasokan hanya terjadi selama periode jelang Idul Fitri.

(Baca: Palyja Sebut Pasokan Air ke Kalibata City Normal dan Harga Tak Naik.)

"Tidak ada aturannya kami harus membayar kekurangan listrik dan air yang sudah kami bayarkan dari 2015 sampai sekarang. Kenapa tiba-tiba dibilang ada kekurangan dari bulan Januari sampai sekarang," kata Tedjo.

Menurut Tedjo, pengelola menaikkan biaya IPL dengan dalih telah mendapatkan persetujuan dari pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Kalibata City. Namun, Tedjo menyatakan warga tidak pernah diikutsertakan dan mengetahui proses pembentukan pengurus P3SRS.

Atas dasar itu, ia menyatakan keputusan untuk menaikkan IPL di Apartemen Kalibata City tidak sah.

"Pengelola tidak berhak membuat keputusan ini berdasarkan keputusan bersama antara PPRS sementara dan penghuni satuan rumah susun Kalibata City. Kalau mereka mengatakan ada persetujuan warga, ini tidak benar karena kepengurusannya belum disahkan," kata Tedjo.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

5 Mobil dan 1 Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di 'Flyover' Pekanbaru

5 Mobil dan 1 Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di "Flyover" Pekanbaru

Regional
Bikin Kuis Berhadiah Tanah di Siberia, Menteri Rusia Dihujani Kritik

Bikin Kuis Berhadiah Tanah di Siberia, Menteri Rusia Dihujani Kritik

Internasional
Sohibul Iman Absen Pemeriksaan Polisi soal Laporan Fahri Hamzah

Sohibul Iman Absen Pemeriksaan Polisi soal Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
BNN Tangkap Oknum TNI yang Diduga Jadi Kurir 63.573 Butir Ekstasi

BNN Tangkap Oknum TNI yang Diduga Jadi Kurir 63.573 Butir Ekstasi

Nasional
Tangkal Penyelundupan Narkoba, BNN Jalin Kerja Sama Lintas Negara

Tangkal Penyelundupan Narkoba, BNN Jalin Kerja Sama Lintas Negara

Nasional
Sebelum Ditangkap, Bupati Bekasi Sempat Peringatkan Bawahan untuk Hati-hati terhadap Korupsi

Sebelum Ditangkap, Bupati Bekasi Sempat Peringatkan Bawahan untuk Hati-hati terhadap Korupsi

Megapolitan
Ini Tiga Persenjataan Militer yang Mungkin Dibeli Taiwan dari AS

Ini Tiga Persenjataan Militer yang Mungkin Dibeli Taiwan dari AS

Internasional
Hampir 12 Jam Setelah Ditangkap, Bupati Bekasi dan Bos Lippo Masih Diperiksa KPK

Hampir 12 Jam Setelah Ditangkap, Bupati Bekasi dan Bos Lippo Masih Diperiksa KPK

Nasional
Mekanik Perbaiki Mobil Sambil Merokok, Avanza Terbakar

Mekanik Perbaiki Mobil Sambil Merokok, Avanza Terbakar

Regional
Seorang WNA Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Ruang Tamu Rumahnya

Seorang WNA Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Ruang Tamu Rumahnya

Megapolitan
Mengintip Hobi Unik Nira Prakasita, Sarjana Fisika Kolektor Aneka Singa

Mengintip Hobi Unik Nira Prakasita, Sarjana Fisika Kolektor Aneka Singa

Regional
3 Minggu Razia, Polisi Garut Tilang 2.328 Pelanggar Lalu Lintas

3 Minggu Razia, Polisi Garut Tilang 2.328 Pelanggar Lalu Lintas

Regional
Di Ukraina, Siswa Sekolah Diajari Cara Menghadapi Ranjau Darat

Di Ukraina, Siswa Sekolah Diajari Cara Menghadapi Ranjau Darat

Internasional
Bupati Malang Ditahan KPK, Mendagri Tunjuk Pelaksana Tugas

Bupati Malang Ditahan KPK, Mendagri Tunjuk Pelaksana Tugas

Nasional
Pasca-kecelakaan yang Tewaskan 1 Orang, Truk Pindad Diamankan di Sub Denpom

Pasca-kecelakaan yang Tewaskan 1 Orang, Truk Pindad Diamankan di Sub Denpom

Regional
Close Ads X