Kompas.com - 23/11/2016, 07:21 WIB
Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meninjau perkembangan proyek MRT, Selasa (15/11/2016). Jessi CarinaPelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meninjau perkembangan proyek MRT, Selasa (15/11/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah hampir sebulan Sumarsono menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta. Selama menjabat, Sumarsono sudah beberapa kali berkunjung ke sejumlah tempat hanya untuk meninjau perkembangan pembangunan dan situasi.

Selasa (22/11/2016) kemarin, misalnya, Soni (sapaan Sumarsono) yang juga merupakan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri itu mendatangi perkampungan budaya Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Tidak ada acara khusus yang sedang digelar di sana. Soni hanya ingin melihat langsung sekaligus bertemu dengan tokoh-tokoh Bamus Betawi di sana.

Di sana, Soni menjanjikan penyelesaian sejumlah infrastruktur yang belum selesai. Soni juga menyampaikan kabar gembira untuk Bamus Betawi, yaitu tentang pemberian dana hibah. Soni akan menganggarkan dana hibah sebesar Rp 5 miliar untuk Bamus Betawi.

Janji Soni itu tidak sesuai dengan keinginan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang tidak ingin dana hibah diberikan kepada Bamus Betawi.

Ahok menilai Bamus Betawi bermain politik dan hal itu secara eksplisit dikemukakan para tokoh Betawi saat Lebaran Betawi beberapa waktu lalu.

"Ganti pemimpin kan ganti style. Saya rasa siapa pun pemimpin Jakarta tidak bisa lepas dari budaya Betawi," kata Soni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa hari sebelumnya, Soni juga pernah meninjau langsung perkembangan proyek mass rapid transit (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia. Ia, ditemani Dirut PT MRT William Sabandar, turun untuk melihat peron-peron kereta cepat dan terowongan. Soni mengaku puas dengan perkembangan pembangunan MRT.

"Kemarin kan saat di rapat sudah 72 persen pembangunan, ternyata ketika dicek di lapangan sudah 82 persen. Artinya, progresnya cukup menjanjikan," kata Soni.

Dalam kunjungan itu, Soni sekaligus menampung permintaan PT MRT tentang dana tambahan. PT MRT membutuhkan tambahan pinjaman sebesar Rp 2,56 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembiayaan konstruksi fase 1.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
UPDATE 23 September: Tambah 23 Kasus Covid-19 di Tangsel, 22 Orang Sembuh

UPDATE 23 September: Tambah 23 Kasus Covid-19 di Tangsel, 22 Orang Sembuh

Megapolitan
Jenazah Lansia Ditemukan di Rumahnya di Bekasi, Diduga Sudah Sepekan Meninggal

Jenazah Lansia Ditemukan di Rumahnya di Bekasi, Diduga Sudah Sepekan Meninggal

Megapolitan
Olah TKP Kebakaran Cahaya Swalayan, Polisi Periksa Saksi dan Ambil Sampel

Olah TKP Kebakaran Cahaya Swalayan, Polisi Periksa Saksi dan Ambil Sampel

Megapolitan
Polisi Masih Buru Pelaku Pembegalan terhadap Ustaz di Bekasi

Polisi Masih Buru Pelaku Pembegalan terhadap Ustaz di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.