Kompas.com - 23/11/2016, 22:04 WIB
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com
— Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Buni Yani
mengunggah potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada akhir September 2016, yang isinya kemudian diduga telah menistakan agama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, Buni jadi tersangka bukan karena mengunggah video tersebut.

Namun, polisi menetapkan tersangka terhadap Buni karena caption yang dia tulis di akun Facebook-nya.

"Tidak ditemukan adanya perubahan atau penambahan suara BTP dari video yang di-posting. Video asli hanya dipotong menjadi 30 detik. Perbuatannya bukan mem-posting video, tapi perbuatan pidananya adalah menuliskan tiga paragraf kalimat di akun Facebook-nya ini," ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016).

(Baca: Polisi Persilakan Buni Yani Hadirkan Saksi Ahli)

Tiga paragraf yang ditulis Buni, kata Awi, dinilai saksi ahli dapat menghasut, mengajak seseorang membenci dengan alasan SARA.

Dalam kasus ini, Buni terancam dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik mengenai penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Kompas TV Balada Buni Yani sang Pengunggah Video Ahok
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Orang Miskin Begal Orang Miskin, Motor Pedagang Mi Ayam Dirampas Para Pengangguran

Saat Orang Miskin Begal Orang Miskin, Motor Pedagang Mi Ayam Dirampas Para Pengangguran

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Polisi Buka Peluang Damai untuk Baim Wong | Saat Hillary Lasut Ramai-ramai Dikritik

[POPULER JABODETABEK] Saat Polisi Buka Peluang Damai untuk Baim Wong | Saat Hillary Lasut Ramai-ramai Dikritik

Megapolitan
ABK Minta Anies Tinjau Pelabuhan Muara Angke Diam-diam: Jangan Dengar Kata Bawahannya...

ABK Minta Anies Tinjau Pelabuhan Muara Angke Diam-diam: Jangan Dengar Kata Bawahannya...

Megapolitan
Jangan Takut! Begini Cara Menghadapi Situasi KDRT, Lapor ke Polisi hingga via Online

Jangan Takut! Begini Cara Menghadapi Situasi KDRT, Lapor ke Polisi hingga via Online

Megapolitan
Banjir Berulang Kali hingga Lumpuhkan Tol BSD, Apa Solusinya?

Banjir Berulang Kali hingga Lumpuhkan Tol BSD, Apa Solusinya?

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Binomo: Kami Puas, Tapi Sebenernya Berharap Indra Kenz Dipenjara 20 Tahun

Kuasa Hukum Korban Binomo: Kami Puas, Tapi Sebenernya Berharap Indra Kenz Dipenjara 20 Tahun

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Siang hingga Malam, Potensi Petir Disertai Angin Kencang

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Siang hingga Malam, Potensi Petir Disertai Angin Kencang

Megapolitan
Daftar Hotline Puskesmas di Tangerang Selatan

Daftar Hotline Puskesmas di Tangerang Selatan

Megapolitan
10 Tempat Jalan-Jalan di Jakarta yang Seru dan Murah Meriah

10 Tempat Jalan-Jalan di Jakarta yang Seru dan Murah Meriah

Megapolitan
Jadwal SIM Keliling di Bekasi Bulan Oktober

Jadwal SIM Keliling di Bekasi Bulan Oktober

Megapolitan
Pembangunan KKota Street Kiosk Rampung Desember, Berlokasi di Dukuh Atas dan Kuningan

Pembangunan KKota Street Kiosk Rampung Desember, Berlokasi di Dukuh Atas dan Kuningan

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Timur Bulan Oktober

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Timur Bulan Oktober

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Pusat Bulan Oktober

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Pusat Bulan Oktober

Megapolitan
Tak Akui Rampas HP, 2 Penjambret di Kebon Jeruk Awalnya Sebut Warga Salah Tangkap

Tak Akui Rampas HP, 2 Penjambret di Kebon Jeruk Awalnya Sebut Warga Salah Tangkap

Megapolitan
5 Hal yang Memberatkan Tuntutan Indra Kenz, Coba Kelabui Hakim hingga Rugikan 144 Korban

5 Hal yang Memberatkan Tuntutan Indra Kenz, Coba Kelabui Hakim hingga Rugikan 144 Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.