Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/12/2016, 15:38 WIB
Akhdi Martin Pratama

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Gedung auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, merupakan lokasi alternatif sidang kasus dugaan penodaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Lokasi tersebut dianggap lebih "mumpuni" untuk menampung pengunjung sidang kasus tersebut daripada gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di kawasan Gajah Mada.

Sebab, dalam persidangan tersebut, kerap terjadi aksi unjuk rasa dari berbagai organisasi masyarakat. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Senin (26/12/2016) siang, tidak terlihat persiapan untuk menggelar sidang besok, Selasa (27/12/2016).

Tidak terlihat pula personel kepolisian yang berjaga di lokasi itu. Namun, terdapat dua unit metal detector yang terletak di depan pintu masuk gedung tersebut. Kedua metal detector tersebut bertuliskan "Dit Pam Obvit Polda Metro Jaya".

Suasana Kompleks Gedung Kementerian Pertanian pada hari ini juga masih sepi karena cuti bersama. Semua ruangan pun ditutup karena tidak ada kegiatan sama sekali, termasuk ruang auditorium yang terletak di lantai dasar Gedung A Kementerian Pertanian.

Berdasarkan pengamatan, lokasi tersebut memiliki lahan parkir yang cukup luas. Terdapat lahan parkir untuk sepeda motor maupun mobil di lokasi itu. Diperkirakan lahan parkir tersebut mampu menampung ratusan kendaraan.

Sementara itu, menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, gedung tersebut mampu menampung 100 hingga 200 peserta sidang. Untuk menuju ke lokasi sidang tersebut juga cukup mudah.

Para peserta sidang dapat menempuh ke lokasi menggunakan bus transjakarta. Pasalnya, di dekat Gedung Kementan terdapat halte transjakarta. Di depan Kompleks Kementan pun ruas jalannya cukup luas.

Setidaknya, di Jalan RM Harsono tersebut terdapat masing-masing tiga lajur di kedua arahnya. Dua lajur untuk kendaraan umum dan satu lajurnya untuk jalur transjakarta. (Baca: Pemindahan Lokasi Sidang Ahok Tergantung Putusan Hakim)

Di sisi lain, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Didik Wuryanto memastikan, sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan tetap digelar di bekas Gedung PN Jakarta Pusat di Gajah Mada, Selasa (27/12/2016).

Agendanya, majelis hakim akan memberikan putusan sela atas eksepsi yang diajukan Ahok dan penasihat hukumnya.

"Untuk besok sidang putusan masih di Gajah Mada," ujar Didik saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/12/2016). (Baca: Polisi Sebut Sidang Ahok Tetap Digelar di Bekas PN Jakpus pada 27 Desember)

Didik menjelaskan, pemindahan lokasi sidang bergantung dari putusan majelis hakim apakah mengabulkan eksepsi dari Ahok atau tidak. Jika eksepsi Ahok ditolak, sidang berikutnya akan diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Kompas TV MA Setujui Lokasi Sidang Ahok Dipindahkan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Gibran Bantah Kampanye di CFD Jakarta | Video Viral Wanita Bobol Rumah Kos di Mampang

[POPULER JABODETABEK] Gibran Bantah Kampanye di CFD Jakarta | Video Viral Wanita Bobol Rumah Kos di Mampang

Megapolitan
Kebakaran di Jembatan Lima, Diduga Korsleting Listrik dan 20 KK Terdampak

Kebakaran di Jembatan Lima, Diduga Korsleting Listrik dan 20 KK Terdampak

Megapolitan
Kebakaran di Jembatan Lima, Petugas Damkar Sempat Terkendala Sumber Air Saat Padamkan Api

Kebakaran di Jembatan Lima, Petugas Damkar Sempat Terkendala Sumber Air Saat Padamkan Api

Megapolitan
Kebakaran Landa Kawasan Rumah Tinggal di Jembatan Lima, Petugas Damkar Masih Lokalisir Api

Kebakaran Landa Kawasan Rumah Tinggal di Jembatan Lima, Petugas Damkar Masih Lokalisir Api

Megapolitan
Firli Bahuri Sebut Tak Pernah Komunikasi dengan SYL, Polisi: Akan Terbukti di Pengadilan

Firli Bahuri Sebut Tak Pernah Komunikasi dengan SYL, Polisi: Akan Terbukti di Pengadilan

Megapolitan
Antisipasi Musim Hujan dan Banjir, PLN Buka 17 Posko Siaga dan Kerahkan 2.356 Personel

Antisipasi Musim Hujan dan Banjir, PLN Buka 17 Posko Siaga dan Kerahkan 2.356 Personel

Megapolitan
Hujan Deras Minggu Siang, Jalan RS Fatmawati Terendam Banjir

Hujan Deras Minggu Siang, Jalan RS Fatmawati Terendam Banjir

Megapolitan
Masalah Banjir Belum Tuntas, Ketua DPRD Singgung Efektivitas Sumur Resapan

Masalah Banjir Belum Tuntas, Ketua DPRD Singgung Efektivitas Sumur Resapan

Megapolitan
Video Viral Seorang Wanita Bobol Rumah Kos di Mampang, Curi Laptop, Gelang Emas, dan HP

Video Viral Seorang Wanita Bobol Rumah Kos di Mampang, Curi Laptop, Gelang Emas, dan HP

Megapolitan
Amankan Pertandingan Persija Lawan Persita di GBK, 2.267 Personel Gabungan Diterjunkan

Amankan Pertandingan Persija Lawan Persita di GBK, 2.267 Personel Gabungan Diterjunkan

Megapolitan
Blusukan ke Pasar Rawasari, Gibran Belanja Buah-buahan dan Telur Asin

Blusukan ke Pasar Rawasari, Gibran Belanja Buah-buahan dan Telur Asin

Megapolitan
Sulit Dapat Suara Terbanyak di Jaksel-Jaktim, TPD Ganjar-Mahfud Buat Strategi Baru

Sulit Dapat Suara Terbanyak di Jaksel-Jaktim, TPD Ganjar-Mahfud Buat Strategi Baru

Megapolitan
Terima Surat Panggilan Polisi, Aiman Akan Hadir Pada 5 Desember 2023

Terima Surat Panggilan Polisi, Aiman Akan Hadir Pada 5 Desember 2023

Megapolitan
Tak Hadiri Pemeriksaan soal Oknum Polisi Tidak Netral, Aiman Kembali Dipanggil pada 5 Desember

Tak Hadiri Pemeriksaan soal Oknum Polisi Tidak Netral, Aiman Kembali Dipanggil pada 5 Desember

Megapolitan
Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Keruk Kali Lagi untuk Atasi Banjir

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Keruk Kali Lagi untuk Atasi Banjir

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com