Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/12/2016, 10:39 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan personel polisi diterjunkan untuk mengawal sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Gajah Mada.

Ribuan personel tersebut disiagakan untuk memastikan jalannya persidangan tersebut lancar. Sebab, di depan gedung tersebut ada massa yang melakukan aksi unjuk rasa yang menuntut agar proses hukum kasus tersebut ditegakan dengan adil.

"Ada sekitar 2.986 personel kepolisian yang disiagakan," ujar Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno ketika dikonfirmasi, Selasa (27/12/2016).

Suyatno menjelaskan personel tersebut gabungan dari Polsek Gambir, Polda Metro Jaya, dan Polri.

Berdasarkan pantauan di lokasi, personel kepolisian tersebut membuat barikade di depan gerbang. Di depan pintu masuk Gedung eks PN Jakarta Pusat pun terlihat satuan Brimob berjaga sambil memegang tongkat kayu.

Untuk aparat yang berjaga di luar gedung, hanya polisi wanita berhijab yang terlihat membawa tongkat. Tongkat itu digantung di bagian kiri pinggang.

Terdapat pula kendaraan taktis milik kepolisian yang terdiri dari water cannon dan baracuda. Kendaraan tersebut tepat disiagakan di samping kanan dan kiri pintu gerbang.

Untuk kondisi arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada juga terlihat padat merayap. Sebab, hanya dua lajur yang bisa dilintasi para pengendara. Dua lajur sisianya digunakan oleh para pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang berjaga.

Terlihat pula polisi lalu lintas mengatur dan menegur pengendara yang berhenti untuk melihat aksi unjuk rasa.

Agenda persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah pembacaan putusan sela oleh majelis hakim.

Jika hakim menerima eksepsi Ahok dan tim kuasa hukum, maka persidangan kasus ini dihentikan. Namun jika hakim menolak, maka persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Ahok didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Jaksa menilai Ahok telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina para ulama dan umat Islam.

Kompas TV Polisi Minta Sidang Ahok Dipindahkan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Fortuner Berpelat Polri yang Tabrak Motor di Rawamangun: Saya Tanggung Jawab Semuanya...

Pengendara Fortuner Berpelat Polri yang Tabrak Motor di Rawamangun: Saya Tanggung Jawab Semuanya...

Megapolitan
Ahli Waris Ancam Kembali Tutup Tol Jatikarya jika Uang Ganti Rugi Lahan Tak Dibayar dalam Sepekan

Ahli Waris Ancam Kembali Tutup Tol Jatikarya jika Uang Ganti Rugi Lahan Tak Dibayar dalam Sepekan

Megapolitan
Anies Sengaja Bangun JIS dengan Sedikit Lahan Parkir, Ini Alasannya…

Anies Sengaja Bangun JIS dengan Sedikit Lahan Parkir, Ini Alasannya…

Megapolitan
Depan Rumahnya Jadi Parkiran Kedai Bakmi, Warga Kwitang Ribut dengan Juru Parkir

Depan Rumahnya Jadi Parkiran Kedai Bakmi, Warga Kwitang Ribut dengan Juru Parkir

Megapolitan
Kamera CCTV Warga Rekam Detik-detik Sebelum Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

Kamera CCTV Warga Rekam Detik-detik Sebelum Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

Megapolitan
Ironi JIS, Stadion Megah Berstandar Internasional yang Minim Akses dan Lahan Parkir

Ironi JIS, Stadion Megah Berstandar Internasional yang Minim Akses dan Lahan Parkir

Megapolitan
Video Kejadian Murid Bentak Guru Viral, Kepala SMK Pustek Serpong Panggil Orangtua

Video Kejadian Murid Bentak Guru Viral, Kepala SMK Pustek Serpong Panggil Orangtua

Megapolitan
Polda Metro Selidiki Pidana Pemalsuan pada Pengendara Mobil Berpelat Polisi yang Tabrak Motor di Rawamangun

Polda Metro Selidiki Pidana Pemalsuan pada Pengendara Mobil Berpelat Polisi yang Tabrak Motor di Rawamangun

Megapolitan
Bentuk Pertahanan Ahli Waris di Tol Jatikarya, Bangun Gubuk dan Bakar Ban untuk Tuntut Ganti Rugi

Bentuk Pertahanan Ahli Waris di Tol Jatikarya, Bangun Gubuk dan Bakar Ban untuk Tuntut Ganti Rugi

Megapolitan
Sempat Diblokade Ahli Waris Lahan, GT Jatikarya Kembali Dibuka Pukul 18.15 WIB

Sempat Diblokade Ahli Waris Lahan, GT Jatikarya Kembali Dibuka Pukul 18.15 WIB

Megapolitan
Tim Advokat SDN Pondok Cina 1 Kecewa, dalam Pertemuan untuk Klarifikasi Malah Diminta Mediasi

Tim Advokat SDN Pondok Cina 1 Kecewa, dalam Pertemuan untuk Klarifikasi Malah Diminta Mediasi

Megapolitan
Pengemudi Fortuner Sempat Dihalangi Saat Ingin Bawa Pengendara Motor yang Ditabraknya ke Rumah Sakit

Pengemudi Fortuner Sempat Dihalangi Saat Ingin Bawa Pengendara Motor yang Ditabraknya ke Rumah Sakit

Megapolitan
Fakta Persidangan, Syamsul Ma’arif Mengaku sebagai AKBP Dody Saat Transaksi Narkoba

Fakta Persidangan, Syamsul Ma’arif Mengaku sebagai AKBP Dody Saat Transaksi Narkoba

Megapolitan
Demi Dengar Curhatan Warga, Polisi di Depok Modifikasi Motornya Jadi Kopi Starling Gratis

Demi Dengar Curhatan Warga, Polisi di Depok Modifikasi Motornya Jadi Kopi Starling Gratis

Megapolitan
Polda Metro Libatkan BPN dan Pemda untuk Usut Sengketa Lahan Bripka Madih

Polda Metro Libatkan BPN dan Pemda untuk Usut Sengketa Lahan Bripka Madih

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.