Kadis Berharap Hasil Perekrutan Pasukan Oranye yang Baru Bikin Jakarta Makin Bersih

Kompas.com - 17/01/2017, 11:31 WIB
Kepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adji saat ditemui di Balai Kota, Senin (13/7/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adji saat ditemui di Balai Kota, Senin (13/7/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adjie mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan pasukan oranye lama diberhentikan.

Faktor-faktor seperti usia dan kesehatan juga menjadi pertimbangan untuk mempekerjakan pasukan oranye. Sebab, pekerjaan ini tetap memiliki risiko keselamatan meski sekadar menyapu jalan atau membersihkan got.

"Beberapa kali kami harus urus penyapu jalan yang ketabrak atau PHL yang tenggelam ke kali atau sungai. Jadi faktor kesehatan dan usia juga berpengaruh," ujar Isnawa kepada Kompas.com, Selasa (17/1/2017).

Meski demikian, dia dan jajaran wali kota sudah mengingatkan para lurah untuk mempertimbangkan pengalaman kerja pasukan oranye lama. Jika selama ini memiliki kinerja yang baik, maka bisa saja dikontrak kembali.

Isnawa berharap hasil perekrutan pasukan oranye tahun ini bisa membawa kebaikan bagi Jakarta. Dia berharap pasukan oranye baru yang berhasil lulus bisa berkinerja lebih baik dari mereka yang lama.

"Karena saya ingatkan juga bahwa penyapuan jalan ini termasuk unsur vital, bagian dari kebersihan kota," ujar Isnawa. (Baca: Potret Kehidupan Anggota "Pasukan Oranye" dan Harapannya untuk DKI)

Tahun ini, sistem perekrutan pasukan oranye mengalami perubahan. Perubahan itu membuat para pasukan oranye yang sudah lama harus bersaing kembali dengan yang baru mendaftar. Isnawa berharap pasukan-pasukan oranye yang baru bisa berkontribusi bagi kebersihan Jakarta.

"Jangan sampai, mengganti PHL yang berpengalaman dengan orang baru tapi malah penyapuannya lambat, kurang bersih dan kurang bertanggungjawab," ujar Isnawa.

Kompas TV Pasukan Oranye Bersih-Bersih Usai Doa Bersama
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Megapolitan
Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri Akibat Senggol Pemotor

Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri Akibat Senggol Pemotor

Megapolitan
Prediksi BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Siang hingga Malam, Bekasi Hujan Sepanjang Hari

Prediksi BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Siang hingga Malam, Bekasi Hujan Sepanjang Hari

Megapolitan
Pengamat Tebak Pesan Anies ke Giring: Kalau Sumbang Suaranya, Jangan Ngomong Politik Dulu Deh...

Pengamat Tebak Pesan Anies ke Giring: Kalau Sumbang Suaranya, Jangan Ngomong Politik Dulu Deh...

Megapolitan
Nasib Naas Pengendara Mobil di Cakung: Disangka Maling, Dikejar Massa dan Dipukuli hingga Tewas

Nasib Naas Pengendara Mobil di Cakung: Disangka Maling, Dikejar Massa dan Dipukuli hingga Tewas

Megapolitan
Ingat, Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan Jakarta Masih Berlaku di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ingat, Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan Jakarta Masih Berlaku di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
PSI Tegaskan Tidak Anti Formula E, asalkan Anies Selesaikan Dulu Masalah Banjir dan Macet

PSI Tegaskan Tidak Anti Formula E, asalkan Anies Selesaikan Dulu Masalah Banjir dan Macet

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kecelakaan Dua Truk di Gatot Subroto| Konvoi Mobil Mewah Ditegur Polisi

[POPULER JABODETABEK] Kecelakaan Dua Truk di Gatot Subroto| Konvoi Mobil Mewah Ditegur Polisi

Megapolitan
UPDATE 24 Januari: Tambah 133 Kasus di Kota Tangerang, 741 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Januari: Tambah 133 Kasus di Kota Tangerang, 741 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.