Bisnis Tanaman Hias di Senayan yang Meredup...

Kompas.com - 01/02/2017, 13:27 WIB
Trotoar tempat pedagang tanaman hias Senayan sebelum direlokasi. Kini, lokasi itu hanya tinggal puing-puing yang belum dirapikan. KOMPAS.com/SRI NOVIYANTITrotoar tempat pedagang tanaman hias Senayan sebelum direlokasi. Kini, lokasi itu hanya tinggal puing-puing yang belum dirapikan.
|
EditorIcha Rastika

Mansyur menuturkan, sejak direlokasi, keadaan finansial keluarganya mulai morat-marit.

Ia mengilustrasikan pedapatannya sekarang hanya 10 persen dibandingkan saat ia masih berjualan di trotoar dahulu.

“Bedanya 1 banding 10. Ya, mau bagaimana lagi, begitulah kalau pedagang kaki lima. Dulu waktu diminta mundur, kami sama-sama mundurin lapak. Harus siap kalau ditertibkan,” ujarnya.

Kenangan

Mansyur turut mengenang masa jayanya dulu. Ia bilang jatuh cinta dengan profesi ini tak sengaja.

Saat ia lulus dari sekolah teknik menengah, kakaknya mengajak untuk membantu usaha tanaman hias.

Sebagai lulusan teknik, ia malu untuk menguruk tanah dan mengurus tanaman. Akan tetapi, saat terpentok dengan sulitnya mendapat pekerjaan di Jakarta, tanaman hiaslah yang membantu ekonomi keluarganya.

“Saya mulai coba bantu kakak, dan mendapatkan fakta bahwa usaha ini menjanjikan. Tiap ada pembangunan rumah atau kantor di mana saja, pasti butuh tanaman hias. (Yang saja jual) ini adalah kebutuhan banyak orang dan akan terus begitu,” katanya lagi.

Dari situlah, ia menikmati menjadi pedagang tanaman hias. Bahkan, yang membuatnya selalu terkenang adalah kesempatan bertemu orang-orang penting.

Siapa sangka, dari profesi ini, ia bisa bertemu mulai dari pejabat sampai presiden.

“Yang datang orang-orang nomor satu. Soeharto, BJ Habibie, dan Gus Dur pernah datang. Bahkan tamu negara seperti Perdana Menteri Jepang juga pernah mengunjungi lapak dagang kami,” kata dia.

Namun, ia tak ingin kejayaan yang didapatkan dulu hanya tinggal kenangan. Saat ini, ia dan pedagang lainnya berharap pengelola punya cara untuk membantu mendatangkan banyak pengunjung.

“Kami pikir, (kami) butuh pendampingan. Acara pameran, misalnya, bisa membuat kami kembali dikenal,” ujarnya.

 

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X