BPTJ: Hanya 15 Persen Pengguna Transportasi Umum di Jabodetabek - Kompas.com

BPTJ: Hanya 15 Persen Pengguna Transportasi Umum di Jabodetabek

Kompas.com - 07/02/2017, 20:10 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Ilustrasi: Kendaraan pribadi terlihat menyerobot masuk jalur bus transjakarta koridor X di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2011). Sejak diresmikan 31 Desember 2010, busway di Koridor IX dan X masih belum steril dari kendaraan pribadi maupun umum.


JAKARTA, KOMPAS.com -
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat saat ini jumlah perjalanan di wilayah Jabodetabek setiap harinya mencapai 40,5 juta perjalanan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 15 persen yang merupakan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum.

Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga menyatakan pihaknya diberi tugas dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum di Jabodetabek mencapai 50 persen pada 2019.

"Sekarang baru 15 persen. Kami punya road map sekarang sampai 2019 harus mencapai 50 persen. Bayangin tinggal dua tahun lagi," kata Elly di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017).

Selain meningkatkan jumlah pengguna umum, Elly menyebut pihaknya juga ditugaskan untuk meningkatkan kecepatan berkendara menjadi 30 kilometer per jam, dan menyediakan angkutan umum minimal 80 persen dari keseluruhan ruas jalan.


Terkait penyediaan angkutan umum, Elly menyebut dioperasikannya layanan bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion merupakan bagian dari upaya mencapai target tersebut.

Dalam upaya menyediakan angkutan umum di Jakarta, Elly menyebut pihaknya akan membagi rute angkutan menjadi rute utama dan rute feeder. Rute utama merupakan rute yang dilayani Transjakarta dan transjabodetabek. Adapun rute feeder melayani dari rute utama ke permukiman.

"Jadi harus ada angkutan lagi dari rute utama ke tempat tujuan. Makanya feeder harus 100 persen ada," ujar Elly.

JR Connexion adalah layanan bus khusus melayani warga yang bermukim di perumahan di Bekasi, Bogor, Cibubur, Depok, Serpong, hingga Tangerang. Dioperasikannya layanan bus yang akan diluncurkan pada 14 Februari 2017 itu bertujuan untuk mengakomodir warga menengah ke atas di daerah-daerah sekitar Jakarta yang selama ini selalu menggunakan mobil pribadi.

(Baca: Masyarakat Dinilai Sangat Terbebani Tingginya Biaya Transportasi)


EditorIndra Akuntono

Terkini Lainnya

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

Nasional
Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Megapolitan
KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional
Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Regional
PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

Megapolitan
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi Ringkus Bandar Narkoba yang Jadikan Mobilnya Gudang Berjalan

Polisi Ringkus Bandar Narkoba yang Jadikan Mobilnya Gudang Berjalan

Megapolitan
Pejabat Rusia: Ukraina Mungkin Bisa Bubar sebagai Negara

Pejabat Rusia: Ukraina Mungkin Bisa Bubar sebagai Negara

Internasional
Pria Bersenjata 'Cutter' Panik Dipergoki Pemilik Rumah Saat Mencuri

Pria Bersenjata "Cutter" Panik Dipergoki Pemilik Rumah Saat Mencuri

Megapolitan

Close Ads X