Ini Kategori TPS yang Dianggap Rawan Saat Pilkada DKI 2017

Kompas.com - 14/02/2017, 12:43 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan seusai menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapangan ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017). Akhdi Martin PratamaKapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan seusai menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapangan ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan mengatakan ada 112 tempat pemungutan suara (TPS) dari 2.973 TPS di Jakarta Selatan yang masuk dalam kategori rawan.

Ia menuturkan, pola pengamanan di TPS rawan tersebut berbeda dengan di TPS yang tingkat kerawanannya rendah.

"Ada 112 TPS yang cukup rawan di Jaksel sehingga pola pengamanannya pun sedikit berbeda dan personelnya cukup banyak," ujar Iwan saat dihubungi, Selasa (14/2/2017).

Iwan menyampaikan, ada sejumlah indikator mengapa 112 TPS tersebut dianggap rawan. Salah satunya, TPS yang dianggap rawan tersebut merupakan lokasi basis massa calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Kami sudah mapping, ada indikator mengapa itu TPS menjadi cukup rawan, seperti kemungkinan adanya konflik, gesekan, jarak kepolisian menuju lokasi, dan kerawanan banjir. Itu sudah menjadi bagian yang sudah kami petakan, termasuk TPS itu menjadi bagian dari massa salah satu calon," kata Iwan.

Iwan menjelaskan, keamanan di TPS yang dianggap rawan tersebut akan dipertebal. Selain itu, ada juga personel kepolisian yang berpatroli di daerah itu.

"Jumlah personel yang insert di TPS 1.179 personel, kami dibantu Linmas. Tiap TPS ada dua orang Linmas, ada bantuan dari TNI 1 SSK, lalu dari Brimob 3 SSK. Semua kami tempatkan di tempat-tempat prioritas dan kawasan rawan," ujarnya. (Baca: Polisi Sebut 112 TPS di Jaksel Rawan Kecurangan)

Kompas TV Lantas aturan-aturan seperti apa yang tergolong sebagai pelanggaran di hari tenang dan sejauh mana temuan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta soal pelanggaran selama proses pilkada? Kompas Petang akan berbincang dengan anggota Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufrii.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

Megapolitan
Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Megapolitan
Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Megapolitan
Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Megapolitan
Viral 'Kampung Mati' Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Viral "Kampung Mati" Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Megapolitan
Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Megapolitan
Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.