Kompas.com - 09/03/2017, 09:41 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan warga di Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/3/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARICalon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan warga di Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/3/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan Jakarta tertinggal jauh bila dibandingkan dengan Singapura dalam hal mass rapid transit (MRT). 

Menurut Djarot, perencanaan pembangunan MRT di Jakarta dan Singapura hampir bersamaan. Namun pembangunan di Jakarta tak kunjung dieksekusi karena selalu mempersoalkan hal yang remeh.

"Kita enggak nyangka kenapa sih kok kita tertinggal dengan Singapura. Singapura sudah bangun MRT, perencanaannya sudah pada 1986, karena kita mikir yang remeh-temeh, enggak ada keberanian eksekusi," kata Djarot di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Kini pembangunan MRT di Jakarta mulai dilakukan. Namun ada perubahan rencana pembangunan. Sebelumnya pembangunan MRT direncanakan dari Bundaran HI-Kampung Bandan. Kini pembangunannya akan diperpanjang menjadi Bundaran HI-Ancol Timur.

Perpanjangan rute hingga Ancol Timur itu dilakukan karena pembangunan depo di Kampung Bandan tidak memungkinkan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemegang konsesi lahan di Kampung Bandan sudah menjalin komitmen kerja sama dengan pihak lain.

Djarot merasa heran bahwa harus ada pemindahan depo MRT dari Kampung Bandan ke Ancol. Menurut Djarot, seharusnya ada pembicaraan antara pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan itu.

"PT KAI itu milik pemerintah bukan sih? Kan bisa dibicarakan, apalagi sudah ada Perpresnya, orang sama-sama milik pemerintah, BUMN kan, di mana nanti gitu-lah sama PT KAI dengan perencanaan yang bagus. Apa memang betul-betul enggak bisa sehingga harus ke Ancol," kata dia.

Djarot mengatakan, apabila MRT, light rail transit (LRT) selesai dibangun, dan electronic road pricing (ERP) diterapkan, kemacetan di Jakarta akan teratasi.

Apalagi jika LRT sudah mencapai daerah-daerah penyangga Ibu Kota. Menurut Djarot, sebagian besar kendaraan yang masuk ke Jakarta berasal dari kota penyangga. Apabila pembangunan transportasi masal selesai, Djarot yakin warga akan meninggalkan kendaraan pribadi mereka.

Djarot mengatakan, persoalan teknis terkait pembangunan MRT gampang dipecahkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.