Djarot Minta Tim Anies-Sandi Buktikan bahwa Ada Mobilisasi Massa

Kompas.com - 07/04/2017, 21:27 WIB
Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri pengajian di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYACawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri pengajian di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, meminta tim kampanye pasangan pesaingnya, yakni tim pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, untuk membuktikan jika memang menemukan adanya indikasi mobilisasi massa pada hari pemungutan suara pada 19 April ini.

Djarot yakin Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah bekerja dengan baik dalam memperbarui daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemungutan suara putaran kedua.

"Makanya kami ingin DPT kita itu betul-betul valid. Kan sudah E-KTP. Gampang dilacak. Kalau memang ada mobilisasi ya buktiin aja," kata Djarot di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

KPU DKI telah menetapkan jumlah DPT putaran kedua yang berjumlah 7.218.280 orang. Jumlah itu meningkat dibanding DPT putaran pertama yang mencapai 7.108.589 orang.

Baca juga: Total DPT Pilkada DKI Putaran Kedua Mencapai 7,2 Juta Pemilih

Tim pemenangan pasangan Anies-Sandi menduga ada mobilisasi massa pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Mereka menyebut ada sekitar 153.804 data tidak valid yang didasarkan pada kode 10 pada nomor induk kependudukan (NIK) dan jumlah angkanya juga hanya terdiri dari 14 angka.

Menurut tim Anies-Sandi, tidak ada provinsi manapun yang kode angka KTP-nya menggunakan angka 10. Sedangkan jumlah angka pada NIK seharusnya 16.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Temukan Banyak DPT Invalid, Tim Anies-Sandi Duga Ada Mobilisasi Massa

Djarot yakin KPU dan Bawaslu akan bisa mengantisipasi jika memang terjadi kecurangan, salah satunya seperti mobilisasi massa.

"Sekarang kalau mau curang itu gampang ketahuan. Pengawas di mana-mana. Jadi saya minta tolong mari kita selesaikan (pilkada) dengan baik," kata Djarot.

Kompas TV Format Baru Debat Pilkada DKI Putaran Kedua
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpol PP dan Massa Datangi Masjid Ahmadiyah di Depok

Satpol PP dan Massa Datangi Masjid Ahmadiyah di Depok

Megapolitan
Kepolisian dan Pemprov DKI Bahas Sistem Ganjil Genap di Kawasan Ragunan

Kepolisian dan Pemprov DKI Bahas Sistem Ganjil Genap di Kawasan Ragunan

Megapolitan
Ini 15 Taman di Jaksel yang Dibuka pada 23 Oktober 2021

Ini 15 Taman di Jaksel yang Dibuka pada 23 Oktober 2021

Megapolitan
Jakpro Akan Mempekerjakan Warga Kampung Bayam di Jakarta International Stadium

Jakpro Akan Mempekerjakan Warga Kampung Bayam di Jakarta International Stadium

Megapolitan
UI Terima Donasi Rp 50 Miliar untuk Beasiswa dari Dato Low Tuck Kwong

UI Terima Donasi Rp 50 Miliar untuk Beasiswa dari Dato Low Tuck Kwong

Megapolitan
Final International Youth Championship 2021 Akan Digelar di Jakarta International Stadium

Final International Youth Championship 2021 Akan Digelar di Jakarta International Stadium

Megapolitan
Wali Kota Depok Janji Perda Religius Rangkul Semua Umat Beragama

Wali Kota Depok Janji Perda Religius Rangkul Semua Umat Beragama

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Pesona Square Mall Depok pada 22-23 Oktober, Ada 4 Vaksin Tersedia

Vaksinasi Covid-19 di Pesona Square Mall Depok pada 22-23 Oktober, Ada 4 Vaksin Tersedia

Megapolitan
M Taufik Harap JIS Diresmikan Saat Anies Baswedan Masih Menjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Harap JIS Diresmikan Saat Anies Baswedan Masih Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Masih Ada 194 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Masih Ada 194 Orang

Megapolitan
52 Persen Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Berasal dari Kelompok Usia Kerja

52 Persen Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Berasal dari Kelompok Usia Kerja

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Minim Setelah Waktu Pemberlakuan Diubah, Polisi: Masyarakat Sudah Paham Aturan

Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Minim Setelah Waktu Pemberlakuan Diubah, Polisi: Masyarakat Sudah Paham Aturan

Megapolitan
Video Remaja Tersungkur di Pinggir Jalan Viral, Polisi Duga Korban Tawuran

Video Remaja Tersungkur di Pinggir Jalan Viral, Polisi Duga Korban Tawuran

Megapolitan
Boyband BTS Disebut Berencana Gelar Konser di Jakarta International Stadium Tahun Depan

Boyband BTS Disebut Berencana Gelar Konser di Jakarta International Stadium Tahun Depan

Megapolitan
Permintaan Belum Ditanggapi KPI, MS Berobat ke Psikiater Pakai Uang Pribadi

Permintaan Belum Ditanggapi KPI, MS Berobat ke Psikiater Pakai Uang Pribadi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.