Peta Baru Koalisi Parpol, Penentu Hasil Pilkada Jakarta 2017?

Kompas.com - 18/04/2017, 14:14 WIB
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berpose bersama moderator debat Ira Koesno usai Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berpose bersama moderator debat Ira Koesno usai Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorM Fajar Marta

Hasil putaran pertama Pilkada DKI Jakarta yang menyisakan dua pasang calon, yaitu Basuki-Djarot dan Anies-Sandi, memunculkan pertanyaan baru. Akan ke manakah parpol-parpol pengusung Agus H Yudhoyono-Sylvi berlabuh?

Ada 4 partai besar, yaitu Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional, yang mengusung Agus-Sylvi.

Dengan 26 bangku DPRD yang setara dengan 1.246.096 juta pemilih, potensi suara dari pendukung keempat partai tersebut, amatlah signifikan dalam menentukan arah Pilkada DKI Jakarta pada putaran kedua

Hanya, pertanyaan selanjutnya tentu mengemuka juga. Faktor-faktor apakah yang menjadi penentu perpindahan dukungan keempat partai tersebut?

Lalu, apakah suara para elite partai di atas serta-merta bakal diikuti dengan perpindahan dukungan para pemilihnya di akar rumput? Beberapa hal ini menarik untuk kita cermati.

Faktor AHY

Setelah mengejutkan jagat politik Indonesia di bulan September 2017 dengan keputusannya maju di Pilkada DKI Jakarta 2017, Agus H Yudhoyono yang biasa dipanggil AHY tumbuh menjadi faktor determinan baru dalam perpolitikan Jakarta.

Pemilih AHY sejumlah 937.955 suara, bisa dikategorikan sebagai pendukung garis kerasnya AHY. Ini mengingat betapa masif dan tajamnya serangan ke kubu AHY dalam bulan-bulan terakhir jelang pemungutan suara 15 Februari 2017, namun 17,07 persen pemilih masih bertahan untuk tetap mendukung AHY. 

Suara pendukung sebesar itu tentunya merupakan potensi besar untuk diraup dan bakal menentukan dalam kontestasi di putaran kedua.  

Lobi-lobi pun dilancarkan dari kedua paslon yang melaju ke putaran kedua, baik melalui jalur formal, maupun melalui jalur informal. Bahkan, koalisi partai pendukung Basuki-Djarot berusaha melobi langsung Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

Begitu juga dengan koalisi partai pendukung Anies-Sandi, berusaha melobi keras, baik melalui SBY maupun langsung ke Agus. Semuanya dengan harapan, Agus menyampaikan dukungannya secara terbuka kepada salah satu calon.

Namun, lobi-lobi tersebut ternyata menemui jalan buntu. Agus dalam pernyataannya secara terbuka, 15 Maret 2017, tepat sebulan setelah pemungutan suara dilangsungkan, mempersilakan pendukungnya untuk memilih berdasarkan hati nuraninya. Agus tidak mengarahkan dukungan kepada salah satu kandidat secara tegas.

Dengan demikian, harapan selanjutnya adalah kepada para partai pengusung Agus-Sylvi. Hal ini mengingat tokoh utamanya, yaitu Agus, sudah menyerahkan ke masing-masing pendukungnya. Tentu peran partai-partai pengusung Agus-Sylvi menjadi penting dalam mengarahkan konstituennya.

Dinamika koalisi

Dari keempat partai pengusung Agus-Sylvi, PAN yang pertama kali memindahkan dukungan kepada paslon lain, yaitu Anies-Sandi. Penyampaian dukungan secara terbuka ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam pertemuan di Kantor DPP PAN, 22 Maret 2017.

"Kita butuh pemimpin yang menyatukan, bukan meretakkan, dan figur itu hanya bisa kita dapatkan pada Anies-Sandi," ujar Zulkifli.

Tak lama setelah PAN menyampaikan dukungannya secara terbuka kepada Anies-Sandi, PPP, partai yang kental dengan nuansa religius (Muslim) dan memiliki akar kuat di pemilih Muslim Jakarta, menyatakan mendukung kepada pasangan Basuki-Djarot.

Dukungan ini dideklarasikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah PPP pimpinan Romahurmuziy, yaitu oleh Ketua DPW PPP DKI Abdul Aziz, pada Kamis 30 Maret 2017 di Jakarta. Dukungan ini menyusul dukungan yang diberikan oleh PPP pimpinan Djan Faridz ketika putaran pertama berlangsung.

Setelah hampir tiga tahun berkonflik, baru kali ini PPP versi kedua belah pihak berada di pihak yang sama.

Partai Kebangkitan Bangsa menyusul Partai Persatuan Pembangunan, mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Basuki-Djarot. 

Deklarasi tersebut disampaikan dalam acara Isra Miraj PKB sekaligus deklarasi di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu, 9 April 2017. Dukungan disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas.

Adapun Partai Demokrat sampai saat ini belum juga menentukan sikap. Belum ada statemen resmi mengenai ke mana arah dukungan Partai Demokrat.

Pernyataan dari beberapa kader PD yang sempat dikutip, hanyalah menegaskan sikap tak berpihak. "Pilkada DKI Jakarta 2017 sudah usai bagi kami," ujar Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Demokrat.

Kesamaan platform atau kepentingan 2019?

Salah satu alasan mendasar PAN bergabung dengan pasangan ini adalah titik temu partai yang mengusung prinsip-prinsip Islam modern dengan yang dianut oleh PKS.

Selain itu, sebelum akhirnya DPP PAN mengeluarkan bentuk dukungannya secara resmi, memang terjadi deklarasi yang cukup masif dari beberapa pengurus PAN di tingkat kota.

Dukungan ini akhirnya resmi setelah pada 22 Maret lalu, Zulkfli Hasan selaku Ketua Umum DPP PAN menyatakan bahwa pasangan Anies-Sandi layak didukung karena jejak pendidikan keduanya memang bagus, sehingga itu akan menciptakan pola kepemimpinan yang sejuk, damai dan tidak gaduh. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X