Kompas.com - 19/04/2017, 13:06 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian menangkap 15 orang warga Madura di Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur, Rabu (19/42017).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, mereka ditangkap saat sedang berada di TPS.

"Ada 15 orang sedang didata, mereka ber-KTP Madura," kata Argo di Jakarta Selatan, Rabu (19/42017).

(Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Secara Keseluruhan, Situasi Kondusif)

Argo mengatakan, saat ini penyidik Polres Jakarta Timur sedang menginterogasi mereka. Polisi menanyakan alasan mereka di TPS.

Sebab, sebelumnya warga luar DKI yang ingin memantau TPS di Jakarta sudah diimbau untuk tidak datang dan mengganggu jalannya pemungutan suara.

"Kami masih periksa apa tujuannya, sementara mereka diamankan tanpa mengenakan atribut paslon," kata Argo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menyebut adanya penangkapan sekelompok orang di Jakarta Timur.

(Baca juga: Memaksa Masuk TPS, Sekelompok Orang Diamankan di Jakarta Timur)

Di Jakarta Selatan, sekelompok orang yang ingin memantau TPS tempat Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, mencoblos, akhirnya pergi setelah diancam akan diamankan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Terakhir PPKM Level 4, Petugas Jarang Temukan Pengendara Tanpa STRP di Pos Kalimalang

Hari Terakhir PPKM Level 4, Petugas Jarang Temukan Pengendara Tanpa STRP di Pos Kalimalang

Megapolitan
1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

Megapolitan
Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Megapolitan
Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Megapolitan
Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 Jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 Jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Megapolitan
Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Megapolitan
Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Megapolitan
Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Megapolitan
Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.544 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.544 Orang

Megapolitan
Kebakaran Landa Gudang di Parakan Sawangan, Asap Membumbung Tinggi

Kebakaran Landa Gudang di Parakan Sawangan, Asap Membumbung Tinggi

Megapolitan
Pengusaha Warteg Mengaku Babak Belur karena Pandemi Covid-19

Pengusaha Warteg Mengaku Babak Belur karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan PPKM Level 4 di Jakarta?

Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan PPKM Level 4 di Jakarta?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X