MRT Jakarta Belum Direncanakan Punya Gerbong Khusus Wanita

Kompas.com - 07/07/2017, 19:31 WIB
Kondisi area proyek pembangunan MRT di depan Ratu Plaza, Kamis (18/5/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Kondisi area proyek pembangunan MRT di depan Ratu Plaza, Kamis (18/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mass rapid transit ( MRT) Jakarta belum direncanakan memiliki perbedaan gerbong antara laki-laki dan perempuan seperti yang ada di Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ).

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar menyatakan, jika melihat operasionalisasi MRT di negara lain seperti Hong Kong, Jepang, dan lainnya maka tidak ada penerapan perbedaan gerbong tersebut.

"Kami belum memutuskan apakah akan ada perbedaan gerbong antara wanita dan laki-laki karena di negara lain pun tidak ada hal itu. Hanya di sini yang ada seperti itu," ucap William di Cikini, Rabu (5/7/2017).

Kendati demikian, William mengaku bakal melakukan survei dan Forum Group Discussion (FGD) bersama elemen masyarakat untuk menentukan apakah nantinya MRT Jakarta memiliki gerbong khusus wanita atau tidak.


Baca: Keluhan Warga yang Usahanya Sepi Sejak Ada Proyek MRT

Namun, William meyakini penerapan perbedaan gerbong antara wanita dan laki-laki tidak perlu dilakukan selama pelayanan yang ada maksimal dan menjangkau seluruh penumpang.

"Hal itu sebenarnya bisa diminimalisir apabila meningkatkan pelayanan dan kami yakin untuk bisa mengatasi hal-hal tersebut," pungkas dia.

Di sisi lain, Direktur Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto menganggap keberadaan gerbong khusus perempuan di MRT Jakarta nantinya sebagai satu hal yang bagus, tetapi dengan syarat tertentu.

"Mungkin bukan ide yang buruk juga, Tapi ya mungkin bukan ide yang buruk juga. Hanya mungkin karena gerbong MRT hanya 6, kalau mau dibikin khusus, cukup 1 saja. Sisanya campur," jelas Yoga saat dihubungi Kompas.com, Jumat (7/7/2017).

Baca: Demi Kepuasan Batin, Seorang Warga Gugat Proyek MRT Rp 1

Berdasarkan pengalamannya, Yoga menuturkan bahwa sebagian besar MRT yang ada di Eropa, Asia, dan Amerika tidak memiliki gerbong khusus wanita pada rangkaiannya.

Pasalnya, para aktivis perempuan di sana banyak memprotes keberadaan gerbong khusus tersebut yang tidak membantu dalam penyelesaian masalah pelecehan seksual oleh pria di dalam kereta.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDian Maharani

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ingin Pakai Baju Bagus, SPG Ini Nekat Curi Pakaian Bermerek dengan Harga Jutaan

Ingin Pakai Baju Bagus, SPG Ini Nekat Curi Pakaian Bermerek dengan Harga Jutaan

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Megapolitan
Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Megapolitan
Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Close Ads X