Akhirnya, Mahasiswa UNJ Ini Terdaftar dalam Forlap Dikti

Kompas.com - 14/07/2017, 09:30 WIB
Gedung Rektorat Universitas Negeri Jakarta, di Rawamagun, Jakarta Timur, Rabu (6/1/2016) Kompas.com/Alsadad RudiGedung Rektorat Universitas Negeri Jakarta, di Rawamagun, Jakarta Timur, Rabu (6/1/2016)
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Data mahasiswa Universitas Negeri Jakarta ( UNJ) akhirnya tercantum di laman forlap.ristekdikti.go.id yang merupakan pusat informasi pangkalan data pendidikan tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Akhirnya data saya sudah masuk di laman forlap dikti," ujar SF, seorang Mahasiswa UNJ ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (14/7/2017).

Sebelumnya, ratusan mahasiswa UNJ, termasuk SF, tidak terdaftar dalam Forlap Dikti. Karena tak terdaftar, SF mengaku kesulitan melanjutkan kuliah ke universitas lain. 

(Baca juga: Persoalan Tak Tercantumnya Data Ratusan Mahasiswa UNJ di Forlap Dikti)


Meski demikian, menurut SF, datanya yang tercantum dalam laman forlap dikti tersebut belum 100 persen lengkap.

"Kalau saya cek, saya masih harus nunggu daftar SKS yang diambil dimasukkan. Lalu untuk mata kuliah Bahasa Mandarin datanya belum berubah, masih kosong," kata dia.

SF mengatakan, dalam laman tersebut, belum semua data mahasiswa angkatan 2014 tercantum lengkap.

Untuk angkatan 2014, kata dia, data yang masuk baru 92,47 persen. "Jadi belum semua. Di laman Forlap Dikti ada menu untuk melihat keterangan itu," ucapnya.

Hal ini pun disyukuri kepala program studi tempat SF berkuliah, Budiarti. Menurut Budiarti, pihaknya masih melengkapi data mahasiswa untuk diinput dalam Forlap Dikti tersebut.

(Baca juga: UNJ Terus Lengkapi Data Mahasiswanya dalam Forlap Dikti)

Sebelumnya, data ratusan mahasiswa angkatan 2014 UNJ tak terdaftar di laman yang dikelola oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini.

Kasubbid Informasi dan Publikasi PD (Pangkalan Data) Dikti, Pusdatin Iptek Dikti, Kemenristekdikti Franova Herdiyanto mengatakan, tak tercantumnya data mahasiswa ini dapat menimbulkan berbagai kesulitan, di antaranya, mahasiswa akan sulit melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi lain, kesulitan dalam mendapatkan beasiswa, hingga akan kesulitan dalam pendaftaran sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

(Baca juga: Tak Terdaftar dalam PDPT DIKTI, Mahasiswa Ini Kesulitan Lanjutkan Kuliah)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Mahasiswa, Ditawari Uang hingga Diancam Agar Tak Gelar Aksi...

Pengakuan Mahasiswa, Ditawari Uang hingga Diancam Agar Tak Gelar Aksi...

Megapolitan
Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X