Perombakan PNS dan Harapan Djarot Akhiri Jabatannya dengan Gemilang

Kompas.com - 14/07/2017, 09:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melantik 221 pejabat eselon II, III, dan IV di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/7/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melantik 221 pejabat eselon II, III, dan IV di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/7/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Rotasi pejabat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada Kamis (13/7/2017) kemarin dianggap Djarot sebagai upayanya menyelesaikan masa jabatan dengan baik.

Djarot hanya akan menjabat hingga Oktober 2017. Setelah itu, Pemprov DKI Jakarta akan dipimpin gubernur dan wakil gubernur terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Djarot berharap, susunan pejabat DKI yang dilantiknya itu bisa membuat pekerjaan selesai lebih cepat.

Dia juga berharap jajaran yang baru bisa menjadi tim yang luar biasa sampai masa jabatannya berakhir.

"Kami mengusulkan pejabat yang harus bekerja luar biasa mengingat waktunya sangat singkat sampai Oktober untuk menuntaskan berbagai macam pekerjaan rumah. Kita harapkan bentuk tim yang tidak biasa tapi luar biasa," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (13/7/2017).

(Baca juga: "Permainan Ular Tangga" ala Djarot...)

Sejumlah pejabat eselon II yang tidak memberikan performa baik didemosi oleh Djarot, misalnya mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta, Arifin, yang didemosi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan.

Terkait demosi Arifin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika mengatakan, penyerapan anggaran di Dinas Perumahan kurang baik.

"Catatan yang pertama perumahan itu adalah penyerapan anggaran, soal pembebasan lahan," ujar Agus.

Ia juga mengatakan, rotasi pejabat ini disesuaikan dengan kompetensi masing-masing pejabat.

Dengan begitu, diharapkan kinerja akan semakin baik dan penyerapan anggaran semakin banyak.

Djarot mengatakan, Provinsi DKI Jakarta periode 2012-2017 begitu unik karena dipimpin oleh 3 gubernur dalam waktu 5 tahun.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Hujan Deras, Banjir Rendam Underpass Cipayung

Hujan Deras, Banjir Rendam Underpass Cipayung

Megapolitan
Pemprov DKI dan Komisi Pengarah Diduga Malaadministrasi soal Izin Revitalisasi Monas dan Lokasi Formula E

Pemprov DKI dan Komisi Pengarah Diduga Malaadministrasi soal Izin Revitalisasi Monas dan Lokasi Formula E

Megapolitan
Ojol Demo di Depan DPR, Calon Penumpang Sulit Temukan Ojek Online di Jakarta

Ojol Demo di Depan DPR, Calon Penumpang Sulit Temukan Ojek Online di Jakarta

Megapolitan
Tersangka Pelaku Skimming ATM di Jakarta Utara Incar Pelancong

Tersangka Pelaku Skimming ATM di Jakarta Utara Incar Pelancong

Megapolitan
Hari Kedua Penangguhan Umrah, 2.665 Calon Jemaah Batal Berangkat

Hari Kedua Penangguhan Umrah, 2.665 Calon Jemaah Batal Berangkat

Megapolitan
Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung Manfaatkan Isu Corona, Omzet Rp 250 Juta Per Hari

Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung Manfaatkan Isu Corona, Omzet Rp 250 Juta Per Hari

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Sebut Saluran Air Tol Japek yang Tertutup Proyek KCIC Jadi Penyebab Banjir

Wali Kota Bekasi Sebut Saluran Air Tol Japek yang Tertutup Proyek KCIC Jadi Penyebab Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X