Pernak-pernik Betawi Akan Dijual di Pasar Ikan

Kompas.com - 26/07/2017, 10:42 WIB
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Jumat (16/9/2016). PD Pasar Jaya turut mendistribusikan tujuh komoditas sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah melalui Permendag 63/2016. Estu Suryowati/KOMPAS.comDirektur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Jumat (16/9/2016). PD Pasar Jaya turut mendistribusikan tujuh komoditas sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah melalui Permendag 63/2016.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya masih menyusun desain pasar yang akan dibangun di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pembuatan desain itu sebagai bagian keikutsertaan PD Pasar Jaya dalam revitalisasi kawasan Sunda Kelapa, khususnya penataan pasar di kawasan tersebut. Penataan kawasan Pasar Ikan akan dituangkan dalam bentuk peraturan gubernur (pergub).

"Kami Pasar Jaya bagian dari pergubnya. Prosesnya ada di Pemprov DKI. Sempat ditanyakan komisi (DPRD) ketika membuat sebuah perencanaan, termasuk pelabuhan, kanal. Itu satu kesatuan, salah satu di dalamnya ada pasar," ujar Arief saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/7/2017).

(baca: Pemprov DKI Susun Pergub Penataan Kawasan Pasar Ikan)

Arief menjelaskan, pihaknya akan memanfaatkan sebagian lahan PD Pasar Jaya untuk konsep penataan pasar di Pasar Ikan. Salah satunya bangunan bersejarah eksagon serta bekas tempat pelelangan ikan.

Untuk eksagon, PD Pasar Jaya akan merekonstruksi atau mendesain ulang bangunan yang sama persis dengan bentuk bangunan sebelumnya.

PD Pasar Jaya juga membangun kembali kawasan yang sebelumnya dijadikan tempat pelelangan ikan, menjadi pasar yang lebih rapi. Pasar ini akan menjual berbagai suvenir mulai dari pernak-pernik Betawi hingga kebutuhan nelayan.

"Ornamen Betawi nantinya akan kami jual, lalu ada hubungannya sama nelayan, peralatan mancing. Tapi enggak boleh kotor. Kami mesti teliti banget soal desainnya supaya enggak salah karena  bisa dikomplain oleh sejarawan," ujar Arief.

"Kami pikirkan benar-benar supaya enggak salah desain dan benar-benar tetap jadi pasar ramai karena dulu sangat ramai," ucap Arief.

(baca: Apa yang Akan Dibangun Pemprov DKI di Pasar Ikan?)

Pergub penataan kawasan Sunda Kelapa direncanakan selesai pada Oktober 2017. Dalam penataan kawasan ini mengikutsertakan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Kehutanan, Bina Marga, Dinas UMKM, hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

Megapolitan
Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Megapolitan
Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Megapolitan
Nasdem Tangsel Tunggu Arahan DPP Susun Strategi Pemenangan Muhamad-Sara

Nasdem Tangsel Tunggu Arahan DPP Susun Strategi Pemenangan Muhamad-Sara

Megapolitan
KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sambut HUT ke-75 RI

KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sambut HUT ke-75 RI

Megapolitan
Seorang Pegawai Positif Covid-19, PN Jakbar Tutup hingga 10 Agustus

Seorang Pegawai Positif Covid-19, PN Jakbar Tutup hingga 10 Agustus

Megapolitan
Polisi Panggil Ahli Bahasa dan TI untuk Usut Kasus Anji dan Hadi Pranoto

Polisi Panggil Ahli Bahasa dan TI untuk Usut Kasus Anji dan Hadi Pranoto

Megapolitan
RSPI Sulianti Saroso Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

RSPI Sulianti Saroso Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Targetkan Flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat Beroperasi 2021

Anies Targetkan Flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat Beroperasi 2021

Megapolitan
Dilaporkan Menipu, Oknum ASN Kota Tangerang Mengaku Hanya Bantu Korban

Dilaporkan Menipu, Oknum ASN Kota Tangerang Mengaku Hanya Bantu Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X