Kompas.com - 26/07/2017, 17:05 WIB
Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menghadiri wisuda Universitas Mercubuana di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kota Tangerang Selatan, Rabu (26/7/2017) siang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menghadiri wisuda Universitas Mercubuana di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kota Tangerang Selatan, Rabu (26/7/2017) siang.
|
EditorEgidius Patnistik

TANGERANG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan para lulusan baru dari universitas agar berani berkreasi dengan membuka lapangan pekerjaan. Mereka diharapkan tidak hanya memulai karier sebagai karyawan.

Sandi juga mengimbau para lulusan saat ini meningkatkan kemampuan guna dapat bersaing dengan pekerja dari luar negeri.

Sandiaga menyampaikan hal itu di hadapan ribuan lulusan Universitas Mercubuana pada acara wisuda di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kota Tangerang Selatan, Rabu (26/7/2017).

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan pentingnya peran internet.  Menurut Sandaiga layanan publik, seperti kesehatan atau pengobatan, ke depan akan berbasis data. Dengan demikian perlakuan terhadap setiap pasien, oleh seorang apoteker misalnya,  akan berbeda-beda berdasarkan data yang ada.

"Misalnya, obat pusing saya bisa saja berbeda dengan obat pusing Pak Rektor. Saya mungkin sebagai wakil gubernur akan sangat pusing sekali, oleh karena itu medical technology (teknologi medis) akan menghadirkan obat pusing khusus untuk Sandi Uno, berbeda dengan obat pusing khusus untuk guru besar," kata Sandiaga.

Sandiaga juga mengungkapkan industri berbasis internet beberapa tahun ke depan akan lebih banyak memiliki pasar. Dia mencontohkan, layanan jasa seperti Go-Jek diprediksi memiliki masa depan lebih baik dan menjanjikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik Berakhir, 200 Penumpang Berangkat dari Terminal Poris Plawad ke Kampung Halaman

Larangan Mudik Berakhir, 200 Penumpang Berangkat dari Terminal Poris Plawad ke Kampung Halaman

Megapolitan
Tanah Longsor Timpa 2 Rumah di Keranggan, Tangsel

Tanah Longsor Timpa 2 Rumah di Keranggan, Tangsel

Megapolitan
Keluarga Korban Kecewa Polisi Lamban Tangani Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Keluarga Korban Kecewa Polisi Lamban Tangani Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
4 Penumpang Bus di Pulogebang Reaktif Covid-19, Hari Ini

4 Penumpang Bus di Pulogebang Reaktif Covid-19, Hari Ini

Megapolitan
Terminal Kampung Rambutan Adakan Tes Covid-19 Acak, 1 Pemudik Dibawa ke Wisma Atlet

Terminal Kampung Rambutan Adakan Tes Covid-19 Acak, 1 Pemudik Dibawa ke Wisma Atlet

Megapolitan
Libur Lebaran Usai, Operasional MRT Kembali Normal

Libur Lebaran Usai, Operasional MRT Kembali Normal

Megapolitan
ART yang Terekam Video Aniaya Majikannya di Cengkareng Ditangkap

ART yang Terekam Video Aniaya Majikannya di Cengkareng Ditangkap

Megapolitan
Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Megapolitan
Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Megapolitan
Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Megapolitan
Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Megapolitan
Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Megapolitan
John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X