JLNT Casablanca, Pengentas Kemacetan yang Tak Diminati Pengendara

Kompas.com - 27/07/2017, 17:19 WIB
Polisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPolisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah hampir sepekan polisi melakukan penindakan di Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang, angka pemotor yang melintas di jalan itu mulai menurun drastis.

"Sudah menurun banyak ya," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Edy Surasa kepada Kompas.com, Kamis (27/7/2017).

Edy mengatakan motor kini tak berani lagi melintasi jalan itu. Dengan kembalinya pemotor ke jalan biasa, otomatis menambah beban volume di Jalan Casablanca dan Jalan Prof DR Satrio.

Edy mengantisipasinya dengan menempatkan banyak petugas, terutama di sepanjang pusat keramaian dan ekonomi.

"Motor selama ini lewat atas untuk menghindari macet di bawah, ya di bawah memang banyak perkantoran, kami tempatkan di sepanjang jalan itu," ujarnya.

Macet di kedua jalan itu memang selama ini menjadi alasan pemotor memilih lewat atas dan memutar balik jika tujuannya ada di bawah jalan layang itu.

Pengamat transportasi Universitas Indonesia Ellen Tangkudung mengatakan macet akan tetap terjadi meski jalan layang tersebut difungsikan. Selain karena banyak tujuan pengendara ada di bawah jalan layang, jumlah kendaraan juga terus bertambah setiap harinya.

"Jadi bukan soal tidak efektifnya (jalan layang). Dia efektif kalau jumlah kendaraan enggak nambah. Nyatanya kan nambah akhirnya semua mengisi jalan," ujar Ellen dihubungi terpisah.

Ellen sepakat kemacetan disebabkan karena arus kendaraan keluar masuk gedung di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Casablanca, dan Jalan Prof DR Satrio. Kendaraan pribadi dan kendaraan memilih lewat bawah alih-alih menaiki jalan layang. Namun bukan berarti jalan layang ini tak berguna.

Menurut Ellen, jalan ini tetap dibutuhkan bagi pengendara yang memang bepergian hingga akhir jalan layang.

"Saya pikir itu benar untuk orang yang jauh perjalanannya dari pada dia through traffic, langsung ke sana ya. Dan itu cukup membantu," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Baru Polisi Terkait Teror Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat

Temuan Baru Polisi Terkait Teror Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat

Megapolitan
Anak Berkebutuhan Khusus yang Terbakar saat Dipasung Pernah Diselamatkan Dinsos

Anak Berkebutuhan Khusus yang Terbakar saat Dipasung Pernah Diselamatkan Dinsos

Megapolitan
Kusni Kasdut, Penjahat yang Fenomenal: Pejuang Kemerdekaan yang Tersakiti (2)

Kusni Kasdut, Penjahat yang Fenomenal: Pejuang Kemerdekaan yang Tersakiti (2)

Megapolitan
Sejumlah Siswa Melompat dari Ketinggian Saat Kebakaran Landa SMK Yadika 6 Pondok Gede

Sejumlah Siswa Melompat dari Ketinggian Saat Kebakaran Landa SMK Yadika 6 Pondok Gede

Megapolitan
BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Berpeluang Hujan Siang Nanti

BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Berpeluang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
P2TP2A Tangsel Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan agar Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bisa Sekolah Lagi

P2TP2A Tangsel Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan agar Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bisa Sekolah Lagi

Megapolitan
Salah Satu Pembunuh Pria di Cengkareng Positif Narkoba

Salah Satu Pembunuh Pria di Cengkareng Positif Narkoba

Megapolitan
Bank DKI: Tidak Benar Uang Kami Dicuri Oknum Satpol PP

Bank DKI: Tidak Benar Uang Kami Dicuri Oknum Satpol PP

Megapolitan
Diduga Bocorkan Informasi, Pria di Cengkareng Dibunuh Komplotan Pemuda

Diduga Bocorkan Informasi, Pria di Cengkareng Dibunuh Komplotan Pemuda

Megapolitan
Setelah Enam Jam, Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede Padam

Setelah Enam Jam, Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede Padam

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, Sejumlah Oknum Satpol PP DKI Dinonaktifkan

Diduga Bobol ATM, Sejumlah Oknum Satpol PP DKI Dinonaktifkan

Megapolitan
Pemkot Jakut Sebut Penggusuran Kawasan Sunter untuk Perbaikan Saluran Air

Pemkot Jakut Sebut Penggusuran Kawasan Sunter untuk Perbaikan Saluran Air

Megapolitan
Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama

Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Senja Kala Bentor di Kompleks Elite Taman Aries...

Senja Kala Bentor di Kompleks Elite Taman Aries...

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X