PT MRT Jakarta Akan Sosialisasikan Budaya Naik MRT kepada Masyarakat

Kompas.com - 14/08/2017, 20:59 WIB
Direktur Operasional dan Pemeliharaan Agung Wicaksono (kiri), Direktur Utama William P Sabandar (tengah) dan Direktur Konstruksi Silvia Halim dari PT MRT saat memberikan penjelasan di lokasi pembangunan proyek mass rapit transit,  Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2019.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIDirektur Operasional dan Pemeliharaan Agung Wicaksono (kiri), Direktur Utama William P Sabandar (tengah) dan Direktur Konstruksi Silvia Halim dari PT MRT saat memberikan penjelasan di lokasi pembangunan proyek mass rapit transit, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2019.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta telah bersiap menghadapi kemungkinan bakal membludaknya penumpang yang ingin menaiki MRT ketika nanti resmi beroperasi pada Maret 2019.

MRT sebagai salah satu sarana transportasi umum yang baru dan modern di Jakarta dipastikan bakal menarik perhatian banyak orang ketika resmi beroperasi.

"Kami sadar akan terjadi euforia seperti itu dan hal pertama yang kami lakukan pada dasarnya adalah sosialisi MRT itu seperti apa dan bagaimana harus bersikap ketika di stasiun maupun di dalam kereta," kata Direktur Utama William P Sabandar saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (14/8/2017).

Aktivitas pekerja di tengah proyek pembangunan mass rapid transit (MRT),  Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2019.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Aktivitas pekerja di tengah proyek pembangunan mass rapid transit (MRT), Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2019.
Baca: Melihat Perkembangan Pembangunan Stasiun MRT Jakarta Dari Dekat

PT MRT akan mengedukasi warga terkait perilaku, seperti budaya antre hingga bagaimana agar tertib saat keluar dan masuk kereta maupun stasiun. Hal ini agar para penumpang dapat merasa aman dan nyaman.

"Dengan begitu, maka nanti ketika beroperasi masyarakat mulai terbiasa sebab mengubah perilaku masyarakat bukanlah hal mudah sehingga juga perlu menyiapkan mereka karena semua betul-betul baru dan modern," jelas William.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X